Ethereum kembali jadi pusat perhatian, bukan hanya karena pelemahan harganya, tetapi juga karena aksi para pemain besar yang justru menambah kepemilikan di tengah tekanan pasar. Di saat banyak investor memilih menunggu, BitMine justru mengambil langkah agresif dengan memperbesar cadangan ETH mereka. Di sisi lain, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, tercatat melepas 3.788 ETH dengan nilai yang tergolong tinggi, memicu sorotan baru di tengah volatilitas yang belum juga mereda.
BitMine Tambah 20.000 ETH Saat Pasar Masih Rapuh
BitMine, salah satu pemegang Ethereum terbesar, kembali membeli 20.000 ETH senilai sekitar USD 41,98 juta atau setara Rp 708,01 miliar. Data ini dilaporkan oleh platform analisis blockchain Lookonchain dan dikutip Yahoo Finance.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa BitMine tidak terganggu oleh tekanan harga jangka pendek. Justru ketika pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian, perusahaan ini menambah eksposurnya terhadap Ethereum. Dengan pembelian terbaru itu, BitMine makin mendekati target jangka panjang untuk menguasai 5 persen dari total pasokan ETH yang beredar.
Berdasarkan data Strategic ETH Reserve, kepemilikan BitMine kini sudah melampaui 70 persen dari target tersebut, dengan total sekitar 4,29 juta ETH. Angka ini menegaskan posisi BitMine sebagai salah satu akumulator Ethereum paling agresif di pasar saat ini.
Harga Turun Tajam, Tapi Kepercayaan Tidak Ikut Turut Surut
Aksi beli BitMine berlangsung ketika Ethereum sedang berada dalam tekanan berat. Dalam 30 hari terakhir, harga ETH turun sekitar 31 persen dan sempat menyentuh level terendah sejak Mei 2025. Kondisi ini membuat sentimen pasar melemah, terutama di tengah kekhawatiran yang masih membayangi aset digital secara umum.
Meski begitu, Chairman BitMine Tom Lee tetap menunjukkan pandangan optimistis. Ia menilai volatilitas yang terjadi saat ini merupakan bagian normal dari karakter pasar kripto. Menurutnya, gejolak harga bukan alasan untuk meragukan prospek Ethereum dalam jangka panjang.
Tom Lee juga menekankan bahwa meskipun industri kripto sedang melewati fase yang kerap disebut sebagai “Musim Dingin Kripto”, fondasi jaringan Ethereum tetap kuat. Pandangan ini menjadi salah satu alasan mengapa BitMine terus menambah kepemilikan di tengah pasar yang belum stabil.
Strategi BitMine Tak Lagi Sekadar Beli dan Simpan
Pergerakan BitMine memperlihatkan bahwa perusahaan ini tidak hanya mengandalkan strategi perbendaharaan sederhana berupa beli lalu tahan. Di tengah ketidakpastian pasar, mereka justru mempertegas pendekatan jangka panjang dengan tetap mempertahankan dan menambah kepemilikan Ethereum.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa BitMine melihat ETH bukan sekadar aset spekulatif, melainkan bagian dari posisi yang lebih besar dalam membangun portofolio kripto mereka. Dengan akumulasi yang terus berlanjut, perusahaan ini tampak ingin menempatkan diri lebih dekat ke pusat ekosistem Ethereum, bukan hanya menjadi penonton ketika harga naik dan turun.
Sementara itu, di tengah sorotan terhadap aksi akumulasi institusional, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, juga menjadi bagian dari perhatian pasar setelah melepas 3.788 ETH dengan nilai yang tinggi. Pergerakan ini menambah dinamika di sekitar Ethereum, yang belakangan memang tidak hanya dibaca dari sisi harga, tetapi juga dari langkah para figur dan pemegang besar di belakangnya.
Dengan pasar yang masih bergerak liar, satu hal tampak jelas: Ethereum belum kehilangan daya tariknya di mata pemain besar. Justru saat tekanan meningkat, persaingan untuk mengamankan kepemilikan ETH terlihat semakin serius.
