berita

Menu MBG Disentil Pandji Pragiwaksono: Review SPPG Mojosongo

Menu MBG Disorot Pandji, SPPG Mojosongo Respons dengan Evaluasi Internal

Solo — Sorotan terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Mojosongo ikut menyeret perhatian publik setelah komedian Pandji Pragiwaksono menyinggungnya dan Wali Kota Solo, Respati Ardi, memberi teguran. Di tengah ramainya pembahasan itu, Kepala Satuan Pengelola Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojosongo, Herdi, memilih merespons dengan langkah evaluasi.

Herdi menyampaikan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap kritik yang muncul. Menurut dia, menu MBG yang menjadi perbincangan telah dibahas kembali secara internal bersama tim terkait. Evaluasi tersebut, kata Herdi, menjadi bahan pembelajaran agar penyusunan menu ke depan bisa dilakukan lebih hati-hati dan lebih terukur.

Evaluasi Jadi Langkah Utama Setelah Menu Ramai Dibicarakan

Herdi menegaskan bahwa SPPG Mojosongo tidak ingin kejadian ini berhenti hanya sebagai polemik sesaat. Bagi pihaknya, kritik yang datang justru dijadikan momentum untuk memperbaiki proses kerja, terutama dalam perancangan menu yang disajikan kepada penerima manfaat.

Ia menuturkan, pembenahan dilakukan bukan hanya pada menu yang sempat viral, tetapi juga pada alur penyusunan dan penyesuaian hidangan secara keseluruhan. Dengan begitu, menu MBG yang disiapkan ke depan diharapkan lebih sesuai, lebih tertata, dan tidak menimbulkan persoalan serupa.

Herdi juga menekankan bahwa komitmen perbaikan akan terus dijaga. Pihaknya ingin layanan yang diberikan semakin baik dari waktu ke waktu, termasuk dalam hal kualitas sajian yang disalurkan kepada masyarakat.

Teguran Wali Kota Solo dan Perhatian Khusus untuk SPPG Mojosongo

Kontroversi menu MBG ini juga mendapat perhatian dari Wali Kota Solo, Respati Ardi. Teguran yang diberikan menjadi sinyal bahwa persoalan tersebut tidak dianggap sepele, terlebih karena menyangkut pelayanan publik dan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam konteks itu, SPPG Mojosongo disebut mendapat perhatian khusus dari pihak terkait. Situasi ini membuat pembenahan menjadi semakin penting agar kepercayaan publik tetap terjaga dan pelaksanaan program tidak keluar dari tujuan awalnya.

Herdi tidak menampik bahwa sorotan publik bisa berdampak pada citra layanan. Namun, ia menilai perhatian yang muncul justru bisa membantu pihaknya melihat celah yang selama ini perlu dibenahi. Dari sana, evaluasi diharapkan tidak berhenti pada reaksi sementara, melainkan berlanjut menjadi perubahan nyata.

Komitmen Perbaikan agar Insiden Serupa Tak Terulang

Di tengah kritik yang mengarah ke menu MBG, SPPG Mojosongo menyatakan tetap berkomitmen menjalankan tugasnya dengan lebih baik. Herdi menyebut pihaknya akan terus berinovasi, tetapi tetap berhati-hati agar inovasi itu tidak justru memunculkan masalah baru.

Menurutnya, pembelajaran paling penting dari kasus ini adalah perlunya ketelitian dalam setiap tahap penyusunan menu. Dengan evaluasi yang sudah dilakukan, SPPG Mojosongo berharap bisa memperkecil kemungkinan terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa menu dalam program publik bukan sekadar soal tampilan atau variasi, melainkan juga soal ketepatan, penerimaan, dan tanggung jawab layanan. Dari Mojosongo, pembenahan kini menjadi kata kunci yang terus ditekankan setelah sorotan publik menguat.

Atribusi sumber: informasi ini merujuk pada pernyataan Kepala SPPG Mojosongo, Herdi, serta tanggapan Wali Kota Solo, Respati Ardi.