LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Ekonomi›Bos BGN Buka Suara soal Potensi Anggaran MBG Turun di Bawah Rp200 Triliun pada 2027
Ekonomi

Bos BGN Buka Suara soal Potensi Anggaran MBG Turun di Bawah Rp200 Triliun pada 2027

Bos BGN Buka Suara soal Potensi Anggaran MBG Turun di Bawah Rp200 Triliun pada 2027

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono merespons sinyal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait kemungkinan pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Rp200 triliun pada tahun depan. Sudaryono tidak memastikan apakah anggaran itu akan benar-benar dipangkas, tetapi menegaskan pihaknya akan terus mendorong efisiensi.

“Ya, kami untuk di bawah Rp 200 triliun tahun depan, ya, Kalau memang dengan target yang kemudian disampaikan, itu kami berusaha untuk se-efisien mungkin,” kata Sudaryono di Gedung DPR Jakarta, Kamis (3/9) malam.

Ia menyebut pembahasan lanjutan akan dilakukan bersama Menteri Keuangan maupun secara internal di BGN. Menurut dia, perhitungan ulang diperlukan sebelum ada keputusan lebih jauh.

“Nanti kami coba bisa bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan dan juga kami bahas secara internal, kami hitung lagi,” sambungnya.

Sudaryono juga menyampaikan efisiensi anggaran MBG tahun ini masih terus berjalan. Salah satu yang disisir adalah dapur-dapur yang tercatat beroperasi, padahal ternyata tidak beroperasi.

“Nah, jadi dari (anggaran MBG) Rp229 triliun sisanya ini terus kami sisir, kami lacak. Ada enggak misalnya dapur-dapur yang selama ini ternyata tidak beroperasi, tapi dicatat beroperasi. Kalau di situ ada unsur pidana, kami kemudian terjunkan inspektorat, kemudian kami minta nanti kami melaporkan ke pihak kejaksaan untuk diperiksa,” ujar Mas Dar.

Sudaryono menegaskan setiap rupiah yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat sebesar-besarnya. Ia juga memastikan tidak ada pengadaan yang dibuat-buat di bawah kepemimpinannya.

“Jadi, kami pastikan di bawah kepemimpinan kami itu tidak ada pengadaan yang mengada-ada. Kami pastikan itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya kembali membuka peluang pemangkasan anggaran MBG tahun ini di bawah Rp200 triliun. Ia menyebut anggaran program tersebut semula dialokasikan Rp330 triliun, lalu diefisiensikan menjadi sekitar Rp260 triliun, sebelum dipangkas lagi ke Rp240 triliun.

Setelah berbicara dengan Sudaryono, Purbaya menilai anggaran itu masih berpeluang ditekan lebih jauh. “Saya bicara dengan kepala BGN yang baru sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun,” ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Purbaya juga menyampaikan bahwa anggaran MBG tahun depan yang sudah disiapkan sebesar Rp240 triliun masih bisa ditekan lebih rendah dengan memanfaatkan teknologi yang digunakan BGN. Selain itu, Kementerian Keuangan menugaskan perwakilannya di daerah untuk mengawasi langsung penggunaan anggaran MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing wilayah.

“Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Jadi saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG,” ujar Purbaya.

Dalam penjelasannya, Purbaya juga menyebut dari anggaran MBG pada 2027 sebesar Rp240 triliun, sekitar 97 persen direncanakan untuk program makan, sementara sekitar 3 persen dialokasikan untuk operasional BGN. Porsi operasional itu mencakup pengawasan, monitoring, hingga gaji pegawai termasuk kepala SPPG.

Sumber: CNN Indonesia

Penulis

Redaksi_Ekonomi

Redaksi Ekonomi KabarDPR bertugas menyajikan informasi dan pemberitaan seputar perkembangan ekonomi nasional dan global, kebijakan fiskal dan moneter, dunia usaha, investasi, perdagangan, perbankan, pasar modal, industri, UMKM, ketenagakerjaan, energi, serta ekonomi digital.