LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Ekonomi›BGN Ajukan Anggaran MBG Rp240,2 Triliun pada 2027, Kejar 72 Juta Penerima
Ekonomi

BGN Ajukan Anggaran MBG Rp240,2 Triliun pada 2027, Kejar 72 Juta Penerima

BGN Ajukan Anggaran MBG Rp240,2 Triliun pada 2027, Kejar 72 Juta Penerima

Badan Gizi Nasional (BGN) mengajukan anggaran Rp240,2 triliun untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang 2027. Dengan dana itu, BGN menargetkan 72.464.886 penerima manfaat.

Pengajuan tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9). Dalam rapat itu, ia memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran BGN Tahun 2027 sebagai dasar pelaksanaan program dan kegiatan lembaganya.

Anggaran yang diajukan sudah memperhitungkan efisiensi Rp30 triliun pada komponen Bantuan Pemerintah (Banper) untuk MBG. Efisiensi itu membuat alokasi Banper MBG turun dari semula Rp262,5 triliun menjadi Rp232,5 triliun, sesuai keterangan resmi yang dilansir pada Kamis (3/9).

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan pagu anggaran BGN Rp240,20 triliun pada 2027 akan menjadi dasar pelaksanaan program dan kegiatan BGN. Ia menyebut target penerima manfaat MBG tahun itu mencapai 72.464.886 orang.

Dari jumlah tersebut, 60.599.777 orang merupakan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/RA/TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK sederajat, SLB, hingga santri. Sementara 11.865.109 penerima manfaat lainnya berasal dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dalam RDP itu, BGN juga memerinci pagu anggaran 2027 sebesar Rp240,20 triliun ke dalam dua program. Program Pemenuhan Gizi Nasional memperoleh alokasi Rp232,88 triliun, sedangkan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp7,33 triliun.

Mas Dar berharap Rencana Kerja dan Anggaran BGN Tahun 2027 dapat mendapat persetujuan Komisi IX DPR RI agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan optimal. BGN juga menyatakan komitmen mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memastikan layanan pemenuhan gizi menjangkau kelompok sasaran secara tepat.

Selain itu, BGN menyebut akan memperkuat ekosistem pendukung program melalui tata kelola, pemantauan dan pengawasan, penguatan rantai pasok, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan.

Sumber: CNN Indonesia

Penulis

Redaksi_Ekonomi

Redaksi Ekonomi KabarDPR bertugas menyajikan informasi dan pemberitaan seputar perkembangan ekonomi nasional dan global, kebijakan fiskal dan moneter, dunia usaha, investasi, perdagangan, perbankan, pasar modal, industri, UMKM, ketenagakerjaan, energi, serta ekonomi digital.