crypto

Bear Market: Borong Bitcoin, Peluang Investasi Terbaik

Bitcoin kembali masuk sorotan di tengah fase bear market, dan bagi Anthony Scaramucci, kondisi seperti ini justru bisa menjadi momen terbaik untuk masuk. Dalam pandangannya, pasar sedang bergerak terlalu jauh dari fundamental, sementara sentimen investor masih dibayangi ketakutan yang belum tentu sebanding dengan kondisi sebenarnya.

Scaramucci menilai pergerakan Bitcoin dapat menjadi petunjuk penting untuk membaca arah pasar. Ia berpendapat, bila pelemahan nilai mata uang benar-benar dipicu oleh kekhawatiran terhadap penurunan daya beli atau perlambatan ekonomi, maka aset seperti Bitcoin semestinya mendapat dorongan lebih kuat. Kenyataannya, hal itu belum terlihat. Menurutnya, perbedaan respons ini juga mencerminkan perilaku investor yang tidak seragam: kelompok muda lebih akrab dengan kripto, sementara investor yang lebih senior cenderung mencari perlindungan di emas dan perak.

Bitcoin di Tengah Bear Market: Sentimen Lebih Panas daripada Fundamental

Dalam analisisnya, Scaramucci menegaskan bahwa pasar saat ini memang berada dalam bear market. Namun, pertanyaan yang lebih penting menurutnya bukan sekadar apakah pasar sedang turun, melainkan berapa lama fase ini akan berlangsung. Ia menyebut pengalaman melewati sembilan fase bear market membuatnya melihat pola yang sama berulang kali: sentimen pasar sering kali jauh lebih ekstrem daripada kondisi dasarnya.

Dengan kata lain, kepanikan investor kerap membesar lebih cepat dibandingkan perubahan nyata di lapangan. Situasi seperti ini, kata Scaramucci, membuat banyak orang terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa aset berisiko sudah kehilangan daya tariknya. Padahal, justru di fase seperti inilah peluang sering muncul bagi mereka yang mampu menahan emosi dan membaca pasar dengan lebih tenang.

Target Bitcoin Pernah Meleset karena Tekanan Jual Pemilik Besar

Scaramucci juga mengakui bahwa proyeksi harga Bitcoin yang pernah ia sampaikan sebelumnya tidak berjalan sesuai harapan. Penyebabnya, menurut dia, adalah tekanan jual dari para pemilik Bitcoin dalam jumlah besar yang belum sepenuhnya diperhitungkan sejak awal. Faktor ini membuat pergerakan harga lebih berat dan menahan laju kenaikan yang semula diperkirakan bisa terjadi lebih cepat.

Pernyataan itu penting karena menunjukkan bahwa pasar Bitcoin tidak hanya digerakkan oleh narasi besar seperti inflasi, pelemahan mata uang, atau minat investor institusional. Ada pula dinamika internal yang bisa menekan harga dalam jangka pendek, termasuk aksi jual dari pemegang besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pasar.

Di Balik Penurunan, Scaramucci Melihat Peluang Borong Bitcoin

Meski pasar sedang lesu, Scaramucci justru membaca kondisi ini sebagai peluang investasi yang menarik. Logikanya sederhana: ketika sentimen sedang lemah dan banyak investor ragu, valuasi aset berisiko kerap berada di titik yang lebih masuk akal dibandingkan saat euforia sedang tinggi. Bagi investor yang percaya pada potensi jangka panjang Bitcoin, fase bear market bisa menjadi waktu untuk akumulasi, bukan panik.

Pandangan itu sejalan dengan cara ia membaca siklus pasar secara lebih luas. Ia tidak menafikan bahwa volatilitas Bitcoin masih tinggi dan tekanan harga bisa terus berlangsung. Namun, menurutnya, justru ketidakpastian seperti inilah yang sering membuka ruang bagi keputusan investasi yang lebih strategis. Dengan pasar yang masih dibayangi pertanyaan soal durasi bear market, Scaramucci memilih menempatkan penurunan sebagai kesempatan, bukan sekadar ancaman.

Atribusi sumber: pernyataan dan analisis dalam artikel ini merujuk pada pandangan Anthony Scaramucci sebagaimana dilaporkan oleh sumber asli artikel tersebut.