Gelombang baru persaingan di industri kripto dan teknologi mulai bergerak ke arah yang sama: semua layanan ingin dikumpulkan dalam satu aplikasi. Bukan lagi sekadar tempat menyimpan aset digital atau mengirim uang, tetapi platform yang bisa dipakai untuk pembayaran, perdagangan saham, hingga instrumen turunan berbasis token. Meta, Coinbase, dan Kraken kini menjadi tiga nama yang paling mencolok dalam pergeseran itu.
Menurut penjelasan Chief Investment Officer Bitwise Asset Management, Matt Hougan, langkah yang diambil ketiga perusahaan tersebut menunjukkan arah yang makin jelas: superapp kripto bukan lagi wacana, melainkan sedang dibangun secara bertahap. Masing-masing membawa pendekatan berbeda, tetapi tujuannya serupa, yakni membuat pengguna bisa melakukan lebih banyak aktivitas finansial tanpa harus berpindah aplikasi.
Meta Dorong Pembayaran Stablecoin di Jaringan Sosialnya
Meta disebut tengah menyiapkan pembayaran stablecoin di Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Jika rencana ini berjalan, jangkauannya bisa sangat besar karena tiga platform tersebut memiliki basis pengguna yang diperkirakan mencapai 3 miliar orang. Skema seperti ini berpotensi mengubah cara pengguna bertransaksi di dalam ekosistem Meta, terutama untuk pembayaran yang lebih cepat dan lintas batas.
Langkah Meta juga menegaskan bahwa perusahaan teknologi besar tidak lagi ingin hanya menjadi penyedia platform komunikasi. Mereka mulai mengincar peran yang lebih dalam di layanan keuangan digital. Dalam konteks ini, stablecoin menjadi pintu masuk yang masuk akal karena dianggap lebih praktis untuk pembayaran dibanding aset kripto yang volatil.
Coinbase Mulai Masuk ke Perdagangan Saham 24 Jam
Di sisi lain, Coinbase memperluas posisinya dari bursa aset kripto menjadi platform yang lebih dekat dengan pasar keuangan tradisional. Perusahaan itu kini memberikan akses perdagangan saham selama 24 jam, lima hari dalam sepekan, tanpa komisi. Bagi pengguna, model seperti ini membuat akses ke pasar menjadi lebih fleksibel dan tidak lagi terikat pada jam perdagangan yang kaku.
Kebijakan tersebut juga menunjukkan bahwa batas antara kripto dan pasar saham semakin tipis. Coinbase tampaknya ingin memanfaatkan basis pengguna kripto yang sudah terbiasa dengan perdagangan cepat dan terus-menerus, lalu membawa mereka ke aset yang lebih luas. Dengan begitu, aplikasi yang semula identik dengan kripto bisa berubah menjadi pusat aktivitas investasi yang lebih lengkap.
Kraken Masuk ke Derivatif Saham Tokenisasi
Sementara itu, Kraken mengambil jalur yang lebih agresif lewat peluncuran perdagangan kontrak berjangka perpetual atau perps 24/7 atas saham yang ditokenisasi. Artinya, pengguna bisa memperdagangkan instrumen turunan dari saham dalam format digital, dan melakukannya kapan saja tanpa mengikuti jam bursa konvensional.
Model ini memperlihatkan bagaimana aset tradisional kini mulai dikemas ulang dalam bentuk token agar lebih mudah diperdagangkan di ekosistem kripto. Kraken memanfaatkan momentum ini untuk menempatkan diri bukan hanya sebagai bursa kripto, tetapi juga sebagai pemain yang ingin menjembatani aset tradisional dan aset digital dalam satu tempat.
Perubahan arah ini tidak lepas dari iklim regulasi di Amerika Serikat yang dinilai semakin mendukung inovasi di sektor kripto. Pelonggaran sikap regulator membuka ruang lebih besar bagi perusahaan teknologi dan kripto untuk bereksperimen dengan produk baru yang sebelumnya sulit dijalankan. Karena itu, integrasi layanan pembayaran, saham, dan aset digital dalam satu platform kini tampak semakin realistis.
Di tengah euforia tersebut, pengguna tetap perlu berhati-hati. Produk yang menggabungkan saham, derivatif, dan aset digital memang menawarkan kemudahan, tetapi risikonya juga tidak sederhana. Memahami cara kerja produk, membaca risikonya, dan menimbang tujuan investasi tetap menjadi langkah penting sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual aset kripto maupun instrumen terkait.
