Jumlah suplai token SHIB yang sebesar 589,2 triliun menjadi tantangan terbesar di tengah masalah adopsi yang dihadapi. Dengan harga per token sekitar USD 0,000006, kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar USD 3,6 miliar. Jika harga token SHIB mencapai USD 1, kapitalisasi pasarnya diperkirakan akan melonjak drastis menjadi USD 589,2 triliun, namun angka tersebut dianggap tidak realistis jika dibandingkan dengan nilai perusahaan seperti Nvidia yang bernilai sekitar USD 4,8 triliun atau total nilai emas dunia sekitar USD 36 triliun.
Untuk mengatasi masalah suplai token, komunitas Shiba Inu mencoba menerapkan mekanisme pembakaran token dengan mengirimkannya ke dompet mati agar tidak dapat digunakan lagi. Namun, dengan laju pembakaran sekitar 1,23 miliar token per tahun, diperlukan waktu sekitar 479.000 tahun untuk mengurangi suplai hingga level yang memungkinkan tercapainya harga USD 1. Bahkan jika target harga tersebut dapat tercapai, nilai kekayaan investor mungkin tidak akan bertambah signifikan karena jumlah token yang dimiliki akan berkurang secara signifikan, ditambah dengan faktor inflasi yang dapat menggerus nilai tersebut dalam jangka waktu yang panjang.
Dengan kondisi saat ini, mencapai target harga USD 1 untuk token SHIB dianggap hampir mustahil dalam waktu dekat. Sebagai gambaran, nilai output ekonomi global pada tahun 2026 diperkirakan mencapai USD 123,6 triliun oleh Dana Moneter Internasional (IMF). Meskipun ada upaya komunitas untuk mengatasi masalah suplai, realisasi target harga tersebut masih menjadi pertanyaan besar bagi masa depan Shiba Inu di pasar kripto.

