Monday, March 16, 2026
No menu items!
HomecryptoBitcoin Menguat di Tengah Risiko Perang: Alasan Mengapa

Bitcoin Menguat di Tengah Risiko Perang: Alasan Mengapa

Arthur Hayes, pendiri BitMEX, telah menyampaikan pandangannya terkait potensi keterlibatan militer Amerika Serikat (AS) dengan Iran dan dampaknya terhadap kebijakan moneter AS. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa operasi militer besar AS di Timur Tengah biasanya diikuti oleh penurunan suku bunga atau pelonggaran kebijakan oleh Federal Reserve (The Fed). Dalam esainya yang berjudul iOS Warfare, Hayes merujuk sejumlah contoh historis untuk mendukung argumennya.

Misalnya, saat Perang Teluk pada tahun 1990 di bawah pemerintahan Presiden George H.W. Bush, The Fed mengindikasikan potensi pelonggaran kebijakan moneter jika konflik berlanjut meskipun awalnya menahan suku bunga. Hal serupa terjadi setelah serangan 11 September 2001, di mana Ketua The Fed saat itu, Alan Greenspan, memangkas suku bunga darurat untuk menjaga stabilitas pasar.

Dengan adanya informasi ini, Hayes melihat bahwa potensi keterlibatan AS dengan Iran bisa menjadi sentimen positif bagi Bitcoin dalam jangka panjang. Sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan kebijakan moneter yang mungkin terjadi. Sejarah telah menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah sering kali diikuti oleh tindakan pelonnggaran kebijakan oleh The Fed, yang pada akhirnya dapat berdampak positif bagi aset digital seperti Bitcoin.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer