Dalam penjelasannya, Schwartz menekankan bahwa faktor lingkungan regulasi dan status Ripple sebagai perusahaan dengan investor memiliki dampak penting dalam perancangan XRPL. Schwartz menjelaskan bahwa dengan mempertimbangkan lingkungan regulasi dan keberadaan sebagai perusahaan dengan investor, Ripple tidak bisa sepenuhnya mengontrol tindakan yang diambil. Sebagai contoh, Ripple harus mematuhi perintah pengadilan di Amerika Serikat tanpa penolakan. Schwartz juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pengadilan AS mungkin akan mengambil keputusan yang mengedepankan hubungan internasional dengan rezim yang represif daripada kepentingan XRPL atau Ripple. Hal ini menjadi pendorong bagi Ripple untuk memastikan bahwa jaringan XRPL tidak berada dalam kendali penuh perusahaan. Schwartz menegaskan bahwa potensi intervensi hukum seperti ini mendorong langkah-langkah untuk memastikan bahwa XRPL tetap independen dari kendali perusahaan.

