Proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus dipercepat melalui pengerahan personel dan peralatan maksimal di wilayah-wilayah terdampak. Pembersihan wilayah terus dilakukan, termasuk di Aceh Tamiang, dengan intensitas kerja yang sangat tinggi oleh petugas lapangan. Personel TNI dan Polri bahkan bekerja hingga 18-20 jam per hari untuk mempercepat pemulihan dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
BNPB juga turut memperkuat dukungan pemulihan di wilayah-wilayah dengan jumlah pengungsi yang masih tinggi, seperti di Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Upaya percepatan melalui pembangunan jalur alternatif dilakukan untuk memastikan arus orang, barang, alat berat, dan logistik dapat kembali berjalan lancar. Fokus pemulihan yang dilakukan adalah pemulihan akses darat di Aceh, dengan upaya peningkatan jumlah tenda pengungsian dan pembersihan infrastruktur terdampak bencana.
BNPB menegaskan bahwa pembukaan akses jalan secara bertahap menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan dan memastikan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat kembali normal. Pemerintah terus berupaya agar jalur yang masih terkendala dapat segera dilalui kendaraan roda empat untuk mengoptimalkan pemulihan di wilayah-wilayah terdampak. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan pemulihan pasca bencana ini dapat berjalan lebih cepat dan signifikan di seluruh wilayah terdampak.

