Tether akhirnya melangkah ke tahap yang selama ini paling dinanti pasar: menunjuk KPMG untuk mengaudit laporan keuangannya secara penuh. Keputusan ini menandai perubahan besar bagi penerbit stablecoin USDT, yang selama bertahun-tahun lebih dikenal lewat laporan pengesahan berkala ketimbang audit menyeluruh dari firma akuntansi besar.
Masuknya KPMG memberi bobot baru pada upaya Tether membangun kepercayaan. Selama ini, perusahaan yang berada di balik stablecoin terbesar di dunia itu kerap menjadi sorotan karena transparansi cadangan dan struktur keuangannya. Kini, dengan menggandeng salah satu firma Big Four, Tether tampak ingin menunjukkan bahwa mereka tidak lagi sekadar meminta pasar percaya, melainkan bersedia membuka diri pada pemeriksaan yang lebih ketat.
KPMG Masuk, Tether Naik Kelas dalam Transparansi
Dalam pernyataannya, Tether menyebut KPMG akan menangani audit laporan keuangan pertamanya. Langkah itu bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga sinyal bahwa perusahaan ingin menempatkan dirinya lebih dekat dengan standar keuangan global yang biasa diterapkan pada institusi besar.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menegaskan bahwa kepercayaan dibangun ketika sebuah lembaga mau membuka diri sepenuhnya terhadap pengawasan. Ia menilai proses menuju audit ini merupakan hasil dari upaya internal perusahaan untuk memperkuat sistem agar bisa memenuhi standar tertinggi di sektor keuangan.
Di sisi lain, Tether juga telah menunjuk PwC untuk membantu menyiapkan sistem internalnya agar siap menghadapi audit tersebut. Kehadiran dua firma akuntansi besar ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mencari pengesahan formal, tetapi juga sedang membenahi fondasi operasionalnya dari dalam.
Dari Pengesahan Bulanan ke Audit Penuh
Selama ini, Tether rutin menerbitkan pernyataan bulanan yang dikonfirmasi oleh BDO Italia terkait aset yang mendukung USDT. Namun, laporan semacam itu berbeda dari audit laporan keuangan independen yang kini tengah dipersiapkan bersama KPMG.
Perbedaan ini penting. Pengesahan bulanan memberi gambaran atas posisi aset pada waktu tertentu, tetapi audit penuh biasanya dipandang lebih kuat karena mencakup pemeriksaan yang lebih menyeluruh terhadap laporan keuangan perusahaan. Bagi Tether, pergeseran ini dapat dibaca sebagai upaya menjawab kritik lama soal transparansi cadangan dan tata kelola.
Dari sisi skala, Tether memang bukan pemain kecil. Perusahaan ini disebut sebagai stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan total pasokan mencapai USD 298,9 miliar, sementara USDT sendiri menyumbang sekitar USD 184,2 miliar. Besarnya ukuran bisnis itu ikut membuat tuntutan terhadap transparansi semakin tinggi.
Audit, Pendanaan, dan Tekanan untuk Menjawab Pasar
Langkah menuju audit penuh juga tidak bisa dilepaskan dari rencana penggalangan dana yang tengah disiapkan Tether. Perusahaan dikabarkan membidik pendanaan sekitar USD 5 miliar, angka yang turun dari rencana sebelumnya di kisaran USD 15 miliar hingga USD 20 miliar.
Perubahan target itu muncul di tengah laporan laba sekitar USD 10 miliar yang disebut dibukukan Tether pada tahun sebelumnya. Dalam konteks ini, audit penuh dapat berfungsi bukan hanya sebagai alat verifikasi, tetapi juga sebagai modal reputasi saat perusahaan berhadapan dengan investor dan pasar yang semakin menuntut kepastian.
Bagi ekosistem aset digital, keputusan Tether menunjuk KPMG menjadi momen penting. Setelah bertahun-tahun menjadi pusat perdebatan soal transparansi, penerbit USDT kini mengambil jalur yang lebih formal dan lebih keras. Jika audit ini berjalan sesuai rencana, Tether berpeluang mengubah cara pasar memandang stabilitas dan kredibilitasnya—bukan lewat klaim, melainkan lewat pemeriksaan yang bisa diuji.
