Pasar kripto kembali kehilangan tenaga pada Sabtu pagi, 28 Maret 2026. Dua aset terbesar, Bitcoin dan Ethereum, sama-sama bergerak ke bawah dan ikut menyeret sentimen pasar yang sejak awal pekan memang terlihat rapuh. Koreksi ini menegaskan bahwa volatilitas masih menjadi wajah utama aset digital, bahkan di tengah dominasi dua nama besar tersebut.
Berdasarkan data coinmarketcap.com, Bitcoin tercatat turun 3,49 persen dalam 24 jam terakhir dan terkoreksi 6,44 persen dalam sepekan. Pada saat data diperbarui, harga BTC berada di level USD 66.105,94. Ethereum juga tidak luput dari tekanan, dengan penurunan 3,96 persen dalam 24 jam dan 7,88 persen dalam tujuh hari terakhir. ETH kini berada di posisi USD 1.985,95.
Bitcoin dan Ethereum Masih Jadi Penentu Arah Pasar
Pergerakan Bitcoin dan Ethereum kerap menjadi acuan utama bagi pasar kripto secara keseluruhan. Saat dua aset ini melemah bersamaan, tekanan biasanya terasa lebih luas ke jajaran altcoin. Kondisi itu kembali terlihat dalam perdagangan kali ini, ketika pasar tidak hanya dipengaruhi oleh aksi ambil untung, tetapi juga oleh kehati-hatian pelaku pasar yang menunggu arah berikutnya.
Meski koreksi yang terjadi belum menunjukkan kepanikan besar, penurunan dalam sepekan memberi sinyal bahwa momentum penguatan sebelumnya mulai kehilangan dorongan. Bagi trader jangka pendek, kondisi seperti ini kerap memicu pergerakan yang lebih cepat dan sensitif terhadap perubahan sentimen.
Altcoin Bergerak Campuran, USDC Justru Menguat
Tekanan harga tidak berhenti pada Bitcoin dan Ethereum. Sejumlah aset kripto lain seperti tether (USDT), Binance Coin (BNB), XRP, USDC, Solana (SOL), Tron (TRX), Dogecoin (DOGE), dan Hyperliquid juga tercatat mengalami fluktuasi dengan arah yang berbeda-beda.
Di antara deretan aset tersebut, tidak semuanya bergerak turun. Ada pula yang mencatat kenaikan, termasuk USDC. Pergerakan campuran semacam ini menunjukkan bahwa pasar masih mencari titik keseimbangan, meski sentimen umum pada pagi ini cenderung negatif. Dalam situasi seperti ini, stablecoin dan aset berkapitalisasi besar sering menjadi rujukan pelaku pasar untuk menjaga fleksibilitas posisi.
Kapitalisasi Pasar Kripto Global Turun ke USD 2,29 Triliun
Tekanan harga yang melanda aset-aset utama turut berdampak pada total nilai pasar kripto global. Menurut data yang sama, kapitalisasi pasar kripto dunia menyusut 2,78 persen dalam 24 jam terakhir dan kini berada di level USD 2,29 triliun.
Penurunan ini memperlihatkan bahwa koreksi yang terjadi bukan hanya bersifat individual pada aset tertentu, melainkan juga memengaruhi keseluruhan ekosistem pasar digital. Saat nilai pasar global menurun, perhatian investor biasanya bergeser ke risiko, likuiditas, dan potensi pembalikan arah dalam jangka pendek.
Data harga yang dirilis coinmarketcap.com pada 28 Maret 2026 ini menggambarkan pasar yang masih bergerak labil. Bagi pembaca, penting untuk mencermati data dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan. Setiap langkah investasi di aset kripto tetap berada di tangan masing-masing investor, termasuk konsekuensi yang menyertainya.
