Siswa MTS di Kecamatan Margorejo Pati Alami Bullying
Seorang siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, diduga menjadi korban bullying oleh kakak kelasnya. Insiden menyebabkan dua jari tangan kirinya putus akibat perundungan tersebut. Diduga, motif dari aksi bullying ini adalah ejekan terkait nama orang tua.
Kronologi Kejadian Bullying
Kuasa hukum korban dari LBH Garda Muda Nusantara Cabang Pati, Catur Andi Cahyanto, mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi di MTS Kecamatan Margorejo pada Senin (27/7) setelah salat Zuhur. Korban dan tiga terduga pelaku, yang merupakan kakak kelasnya, diduga saling ejek nama orang tua.
Kejadian berlanjut dengan terjadinya keributan yang mengakibatkan korban dianiaya oleh ketiga siswa tersebut. Korban mencoba mencari perlindungan dengan berlari ke dalam kelas, namun tetap dikejar dan diserang oleh para pelaku di dalam kelas. Akhirnya, korban berusaha melarikan diri hingga ke pagar besi di sekitar kamar mandi dan tempat wudu.
Penanganan dan Kondisi Korban
Korban kemudian berusaha melompat pagar setinggi sekitar 2 meter, namun tangannya terjepit di pagar hingga menyebabkan dua jari putus dan satu jari retak. Salah satu jari korban bahkan tertinggal di pagar dan akhirnya dikubur di sekitar lingkungan sekolah oleh perintah guru.
Setelah menerima perawatan di rumah sakit, kondisi korban mulai membaik. Korban juga sudah menjalani pemeriksaan keterangan di Polresta Pati terkait insiden tersebut. Meskipun pihak sekolah menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan kasus bullying, melainkan insiden murni kecelakaan tanpa unsur kesengajaan.
