Pemasangan Pagar Tinggi di Mal Picu Perhatian, Ini Respons Polisi
Jakarta, CNN Indonesia — Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Polisi Fadil Imran menanggapi pemasangan pagar tinggi oleh sejumlah mal dan pusat perbelanjaan. Menurutnya, situasi di Indonesia terbilang kondusif dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Situasi Kondusif, Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan
Fadil menyatakan bahwa berdasarkan data dari daily operating reporting system, tidak terdapat hal yang menonjol atau perlu dicemaskan. Pemasangan pagar oleh pemilik properti seperti mal dianggapnya sebagai hal yang lumrah. Ia menegaskan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh narasi-narasi yang memperdebatkan akan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa. Jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya,” ucap Fadil.
Fadil juga menegaskan bahwa setiap harinya pihak kepolisian selalu berjaga-jaga dan siap siaga untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Meskipun beberapa mal di Jakarta baru-baru ini memasang pagar tinggi, namun Gubernur DKI Pramono Anung memastikan bahwa kondisi Ibu Kota terkendali dan aman.
Ajakan untuk Menjaga Kewaspadaan
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, Hasan Nasbi, mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan memilah informasi yang dapat menimbulkan rasa takut. Hasan menekankan perlunya menyampaikan informasi yang benar dan melakukan klarifikasi terhadap berita-berita yang menimbulkan ketakutan.
Ia mencontohkan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, yang dianggap sebagai dialog yang konstruktif dan berdampak positif. Komunikasi yang dua arah ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memberikan masukan dan ide-ide yang bernilai bagi pembangunan negara.
“Kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi. Nah teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar nggak ‘fear monger’ yang sedang beredar itu,” ujar Hasan.
