KPK Kembali Panggil Direktur PT Maktour Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Tahun 2023-2024
Jakarta, CNN Indonesia — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur Utama PT Makassar Toraja (Maktour) Fuad Hasan Masyhur untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024 pada Rabu (1/7). Selain Fuad, KPK juga memanggil lima saksi lain dalam agenda pemeriksaan tersebut.
Penyidikan Terkait Dugaan Pemberian Uang di Kementerian Agama
Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih, atas nama ‘FHM’ seperti yang diungkapkan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Pemeriksaan ini merupakan yang kedua bagi Fuad dalam waktu yang berdekatan setelah sebelumnya memenuhi panggilan pada Kamis (18/6).
Penyidik KPK tengah mendalami dugaan pemberian uang kepada sejumlah pihak di Kementerian Agama terkait perolehan kuota haji tambahan. Setelah menjalani pemeriksaan, Fuad membantah sejumlah temuan KPK termasuk status anak buahnya yang kini ditahan karena tersangkut dalam kasus ini.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Diperiksa Seputar Kuota Haji Tambahan
Selain itu, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Ario Bimo Nandito Ariotedjo, juga diperiksa terkait dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024 pada Selasa (30/6). Penyidik KPK menanyakan latar belakang terkait perolehan kuota haji tambahan sebanyak 20.000 dari Pemerintah Arab Saudi, dimana Ario Bimo Nandito Ariotedjo merupakan anak menantu Fuad Hasan.
Dalam proses penyidikan, KPK telah mengidentifikasi lebih dari 300 biro travel terlibat dalam kuota haji tambahan. Perhitungan tim auditor BPK RI menyebutkan kasus ini diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp622 miliar.
