LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Ekonomi›Luky dan Nurkholisoh Resmi Jabat Wamenkeu, Ini Pernyataan Usai Pelantikan
Ekonomi

Luky dan Nurkholisoh Resmi Jabat Wamenkeu, Ini Pernyataan Usai Pelantikan

Luky dan Nurkholisoh Resmi Jabat Wamenkeu, Ini Pernyataan Usai Pelantikan

Presiden Prabowo Subianto melantik dua wakil menteri keuangan baru, Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Pelantikan itu didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode Tahun 2024-2029.

Dengan tambahan dua nama tersebut, jumlah wakil menteri keuangan kini menjadi tiga orang. Saat ini, posisi itu juga diisi oleh Juda Agung.

Usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, keduanya langsung menuju kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan disambut meriah oleh pegawai.

Luky Alfirman mengatakan dirinya kembali ke lingkungan Kemenkeu dengan perasaan campur aduk setelah sempat melewati masa yang ia sebut sebagai “hibernasi”. Ia mengaku butuh waktu dan dukungan pegawai untuk mengejar ketertinggalan.

“Kalau ditanya perasaan saya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya, berat yang pasti ya, Pak Menteri. Kemarin saya ada masa hibernasi, Pak Menteri,” ucap Luky di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).

Luky juga menyebut dirinya dan Nurkholisoh tidak memiliki program khusus secara mandiri. Menurut dia, posisi wakil menteri adalah sebagai pembantu presiden dan menteri keuangan.

Ia menyampaikan ada tiga fokus utama dalam waktu dekat di Kemenkeu, yaitu menyelesaikan APBN 2026 yang tersisa tiga bulan, mempersiapkan APBN 2027, serta melakukan konsolidasi internal untuk mendorong reformasi dan transformasi birokrasi.

“Satu, bagaimana kita menjalani, menyelesaikan APBN 2026. Enggak kerasa sudah tanggal 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi. Yang kedua, bagaimana juga mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027. Terakhir, bagaimana kita melakukan konsolidasi internal untuk terus mendorong reform, transformasi,” kata Luky.

Sementara itu, Nurkholisoh yang datang dari latar belakang Bank Indonesia mengaku sebagai orang baru di Kemenkeu. Meski demikian, ia mengatakan pernah terlibat dalam pembentukan Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK).

Nurkholisoh menyebut dirinya siap beradaptasi dan merangkul puluhan ribu pegawai Kemenkeu. Ia juga menekankan pengalamannya selama 20 tahun berkarier di Bank Indonesia.

“Sebagai orang baru, saya harus memperkenalkan diri. Selama 20 tahun saya berkarier di Bank Indonesia, Bank Sentral Republik Indonesia. Jadi, ini antara baru dan enggak baru,” ujar Nurkholisoh.

Ia menambahkan, jumlah pegawai Kemenkeu yang mencapai sekitar 80 ribu orang jauh lebih besar dibandingkan Bank Indonesia yang berkisar 6 ribu hingga 7 ribu pegawai. Karena itu, ia berharap kehadirannya bisa memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi serta mendekatkan diri dengan insan Kemenkeu.

“Saya pribadi selalu menganggap diri saya ini adalah pembelajar dari lahir. Saya bahkan punya lima ijazah ya kalau mau menunjukkan betapa saya itu suka sekali saya belajar,” imbuhnya disambut tawa hadirin.

Sumber: CNN Indonesia

Penulis

Redaksi_Ekonomi

Redaksi Ekonomi KabarDPR bertugas menyajikan informasi dan pemberitaan seputar perkembangan ekonomi nasional dan global, kebijakan fiskal dan moneter, dunia usaha, investasi, perdagangan, perbankan, pasar modal, industri, UMKM, ketenagakerjaan, energi, serta ekonomi digital.