LIVEMinggu, 16 Agustus 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
BerandateknologiInvestasi NVIDIA senilai Rp16 triliun ke Nokia – Jagat Review
teknologi

Investasi NVIDIA senilai Rp16 triliun ke Nokia – Jagat Review

Investasi Rp16 Triliun NVIDIA ke Nokia Jadi Sinyal Serius untuk Era Jaringan Berbasis AI

Jakarta — Langkah NVIDIA menanamkan investasi senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun ke Nokia bukan sekadar transaksi saham biasa. Kesepakatan ini menandai dorongan yang jauh lebih besar: menyatukan kekuatan komputasi AI NVIDIA dengan pengalaman panjang Nokia di sektor jaringan untuk membangun fondasi telekomunikasi generasi berikutnya.

Dalam perjanjian tersebut, NVIDIA memperoleh sekitar 166 juta saham baru Nokia dengan harga 6,01 dolar AS per lembar. Dari situ, raksasa chip asal Amerika Serikat itu kini memegang sekitar 2,9% kepemilikan di perusahaan asal Finlandia tersebut. Bagi Nokia, suntikan dana ini datang pada saat perusahaan tengah mengarahkan fokusnya pada penguatan bisnis jaringan dan perluasan ke area AI serta cloud.

Dana Baru untuk Dorong 5G, 6G, dan Jaringan AI

Nokia menyebut dana segar dari NVIDIA akan digunakan untuk mempercepat pengembangan jaringan 5G dan 6G dengan arsitektur berbasis NVIDIA. Fokusnya bukan hanya pada peningkatan kecepatan, tetapi juga pada cara jaringan diproses, dioptimalkan, dan dihubungkan dengan beban kerja AI yang semakin besar.

Perusahaan itu juga ingin memperluas jangkauan bisnisnya ke ranah AI dan cloud, terutama untuk kebutuhan solusi jaringan di pusat data. Ini menjadi langkah strategis karena pusat data kini bukan lagi sekadar tempat penyimpanan dan pemrosesan, melainkan bagian penting dari ekosistem AI yang membutuhkan jaringan cepat, stabil, dan efisien.

Di sisi lain, kerja sama ini juga mencakup pengembangan AI-RAN, yakni sistem jaringan nirkabel yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan performa jaringan. Pendekatan ini dinilai penting karena jaringan masa depan tidak hanya harus cepat, tetapi juga mampu menyesuaikan diri secara real-time terhadap kebutuhan pengguna dan lalu lintas data.

T-Mobile AS Ikut Jadi Bagian Uji Coba

Proyek kolaborasi NVIDIA dan Nokia tidak berhenti pada konsep di atas kertas. T-Mobile AS turut dilibatkan untuk menguji dan mengembangkan teknologi AI-RAN mulai tahun depan. Keterlibatan operator besar ini memberi bobot tambahan pada proyek tersebut karena pengujiannya akan berlangsung di lingkungan jaringan nyata, bukan hanya dalam laboratorium.

Fokus uji coba itu diarahkan pada peningkatan efisiensi dan kinerja jaringan secara langsung. Artinya, teknologi yang dikembangkan akan diuji untuk melihat bagaimana AI bisa membantu jaringan bekerja lebih cerdas, lebih hemat sumber daya, dan lebih responsif terhadap perubahan kondisi lapangan.

Bagi industri telekomunikasi, keterlibatan operator dalam tahap awal seperti ini sering menjadi penentu apakah sebuah teknologi benar-benar siap diadopsi lebih luas atau masih perlu disempurnakan lebih jauh.

Ambisi Besar di Balik Kolaborasi Dua Raksasa

CEO Nokia Justin Hotard memandang kerja sama ini sebagai langkah menuju jaringan pintar yang mampu membawa kecerdasan dari pusat data hingga ke pengguna akhir. Pandangan itu menggambarkan arah baru industri jaringan, di mana konektivitas tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem komputasi yang lebih besar dan lebih adaptif.

Sementara itu, CEO NVIDIA Jensen Huang menilai proyek ini bisa menjadi titik balik besar dalam dunia telekomunikasi. Ia juga melihat kolaborasi tersebut sebagai peluang untuk memperkuat posisi Amerika Serikat dalam inovasi jaringan global, terutama di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat di ranah AI dan infrastruktur digital.

Jika arah kerja sama ini berjalan sesuai rencana, kombinasi keahlian Nokia di bidang jaringan dan kekuatan NVIDIA di komputasi AI bisa membuka babak baru dalam pengembangan infrastruktur komunikasi. Bukan hanya soal jaringan yang lebih cepat, tetapi jaringan yang mampu berpikir, beradaptasi, dan memproses kecerdasan secara langsung di dalam sistemnya.

Informasi mengenai investasi ini pertama kali diungkap melalui pengumuman resmi yang dikutip Jagat Review, yang menyoroti bagaimana kesepakatan tersebut dapat mengubah peta persaingan di sektor jaringan dan AI dalam beberapa tahun ke depan.

Penulis

Redaksi teknologi

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori teknologi.