Banjir melanda 19 kecamatan di Kota Medan akibat hujan deras yang terus mengguyur sejak Selasa. Dampak banjir ini membuat ribuan rumah terendam dan mengganggu arus lalu lintas di daerah tersebut. Wali Kota Medan, Rico Waas, menyatakan bahwa hanya dua kecamatan, yaitu Medan Area dan Medan Perjuangan, yang tidak terdampak banjir dari total 21 kecamatan di Medan.
Pemko Medan telah memasuki masa kesiagaan menghadapi cuaca ekstrem akibat hujan deras yang terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Beberapa titik banjir menunjukkan kondisi yang cukup berat, dengan jalan-jalan yang tidak dapat dilalui dan Sungai yang meluap, mendesak warga untuk segera mengevakuasi diri mereka ke tempat-tempat yang aman.
Proses evakuasi warga yang terdampak banjir sedang berlangsung, dengan mereka sementara ditempatkan di masjid, kantor lurah, dan kantor kecamatan. Petugas di lapangan sedang melakukan pendataan jumlah korban dan rumah yang terdampak. Rico Waas memerintahkan seluruh camat untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan aman, serta menyiapkan dapur umum di setiap lokasi pengungsian.
Rumah dinas Gubernur Sumut Bobby Nasution di Jalan Sudirman Kota Medan juga terendam banjir akibat hujan deras. Banjir di kawasan tersebut mencapai tinggi setinggi selutut orang dewasa. Sejumlah kendaraan mengalami mogok di tengah banjir, memaksa pengendara untuk mendorong kendaraan mereka di bawah guyuran hujan.
Personel Ditsamapta Polda Sumut telah dikerahkan untuk menanggapi darurat banjir di berbagai titik di wilayah Medan. Sejumlah lokasi seperti Kampung Aur, Kelurahan Brayan, Kelurahan Padang Bulan, dan Kecamatan Sunggal dilaporkan mengalami banjir tinggi. Polda Sumut menegaskan pengerahan sumber daya yang diperlukan untuk membantu penanganan bencana banjir di Medan.

