LIVESabtu, 10 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Hukum›Daftar 26 Kapolri dari Masa ke Masa, Suyudi Ario Seto Terbaru
Hukum

Daftar 26 Kapolri dari Masa ke Masa, Suyudi Ario Seto Terbaru

Daftar 26 Kapolri dari Masa ke Masa, Suyudi Ario Seto Terbaru

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Dengan pelantikan itu, kursi pimpinan tertinggi Polri kembali berganti setelah Listyo Sigit Prabowo mengakhiri masa jabatannya.

Suyudi menjadi Kapolri ke-26 sejak jabatan tersebut pertama kali diisi pada masa awal kemerdekaan. Pergantian ini sekaligus menambah daftar panjang perwira tinggi yang pernah memimpin Korps Bhayangkara dari masa ke masa.

Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menjabat Kapolri sejak 27 Januari 2021. Ia kemudian digantikan Suyudi setelah lebih dari lima tahun memimpin Polri.

Sebelum menduduki jabatan itu, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia merupakan lulusan Akpol 1994 dan memiliki pengalaman panjang di bidang reserse.

Dalam perjalanan kariernya, Suyudi pernah menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Wakapolda Metro Jaya, hingga Kapolda Banten. Setelah itu, ia dipercaya memimpin BNN sebelum ditunjuk sebagai calon Kapolri.

Sejarah kepemimpinan Polri dimulai dari Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, yang menjabat sejak 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959. Setelah itu, tongkat estafet beralih kepada Komisaris Jenderal Polisi Soekarno Djojonegoro pada 14 Desember 1959 sampai 30 Desember 1963.

Berikutnya, jabatan Kapolri dipegang Jenderal Polisi Soetjipto Danoekoesoemo pada 30 Desember 1963 hingga 8 Mei 1965, lalu Jenderal Polisi Soetjipto Joedodihardjo pada 9 Mei 1965 sampai 15 Mei 1968. Nama Hoegeng Imam Santoso kemudian menempati posisi Kapolri pada 15 Mei 1968 hingga 2 Oktober 1971.

Setelah Hoegeng, kepemimpinan Polri dilanjutkan Mohamad Hasan pada 3 Oktober 1971 hingga 24 Juni 1974, Widodo Budidarmo pada 26 Juni 1974 sampai 25 September 1978, Awaluddin Djamin pada 26 September 1978 hingga 3 Desember 1982, serta Anton Soedjarwo pada 4 Desember 1982 hingga 6 Juni 1986.

Posisi Kapolri kemudian diisi Mochammad Sanoesi pada 7 Juni 1986 hingga 19 Februari 1991, Kunarto pada 20 Februari 1991 sampai 5 April 1993, Banurusman Astrosemitro pada 6 April 1993 hingga 14 Maret 1996, dan Dibyo Widodo pada 15 Maret 1996 sampai 28 Juni 1998.

Periode setelah Reformasi 1998 turut diwarnai pergantian pimpinan Polri. Roesmanhadi menjabat pada 29 Juni 1998 hingga 3 Januari 2000, disusul Roesdihardjo pada 4 Januari 2000 sampai 22 September 2000, lalu Surojo Bimantoro pada 23 September 2000 hingga 29 November 2001.

Setelah itu, Da’i Bachtiar memimpin Polri mulai 29 November 2001 hingga 7 Juli 2005, kemudian Sutanto pada 8 Juli 2005 sampai 30 September 2008, Bambang Hendarso Danuri pada 1 Oktober 2008 hingga 22 Oktober 2010, Timur Pradopo pada 22 Oktober 2010 sampai 25 Oktober 2013, dan Sutarman pada 25 Oktober 2013 hingga 16 Januari 2015.

Jabatan tersebut berlanjut kepada Badrodin Haiti pada 17 April 2015 hingga 14 Juli 2016, Tito Karnavian pada 14 Juli 2016 sampai 23 Oktober 2019, Idham Aziz pada 1 November 2019 hingga 27 Januari 2021, kemudian Listyo Sigit Prabowo pada 27 Januari 2021 hingga 1 Oktober 2026. Setelah itu, Suyudi Ario Seto resmi mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan Polri.

Penulis

Redaksi_Hukum

Redaksi Hukum KabarDPR bertugas menyajikan pemberitaan seputar penegakan hukum, peraturan perundang-undangan, proses peradilan, kebijakan hukum, tindak pidana, korupsi, sengketa, hak asasi manusia, serta berbagai isu hukum yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan negara.