BYD Klaim Efisiensi Biaya Mobil Listrik M6 DM
Tangerang, 5 Agustus 2026 – BYD, produsen mobil listrik asal China, memberikan paparan klaim efisiensi biaya dalam event GIASS 2026. Dalam jumpa pers dengan media, BYD memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) yang diimplementasikan pada mobil listrik BYD M6 DM. Mereka mengklaim bahwa teknologi ini mampu mengurangi biaya operasional dan biaya perawatan dibanding mobil bensin konvensional.
BYD M6 DM Lebih Hemat dalam Biaya Operasional Harian
Menurut data yang disajikan oleh BYD, dalam simulasi perjalanan sejauh 150 km, BYD M6 DM dengan sistem home charging menghabiskan 9,2 kWh listrik dan 2,3 liter bensin. Total biaya perjalanan mencapai Rp 53.278 atau sekitar Rp 360 per kilometer. Dibandingkan dengan mobil bensin konvensional dalam skenario yang sama, BYD M6 DM dianggap mampu menghemat biaya operasional hingga 60%.
Pada uji coba Media Challenge Jakarta dengan jarak tempuh 149 km, BYD M6 DM yang melakukan pengisian daya di rumah mengonsumsi 14,5 kWh listrik dan 1,4 liter bensin. Total biaya perjalanan tercatat sebesar Rp 48.831 atau sekitar Rp 328 per kilometer. Dengan perbandingan biaya per kilometer mobil bensin konvensional sebesar Rp 967, BYD M6 DM kembali menunjukkan keunggulannya dalam hal efisiensi biaya.
Biaya Maintenance Lebih Rendah dengan Interval Servis Lebih Panjang
Selain efisiensi biaya operasional, BYD juga menyoroti biaya maintenance pada mobil listrik M6 DM. Mereka memperkirakan biaya rata-rata perawatan selama tiga tahun pertama hanya sekitar Rp 1.750.000 per tahun, jauh lebih rendah dibanding mobil bensin yang mencapai Rp 2.500.000 per tahun. Dengan demikian, pengguna mobil listrik BYD M6 DM bisa menghemat hingga 30% dalam biaya maintenance.
Interval perawatan pada BYD M6 DM juga lebih jarang dibanding mobil bensin konvensional. Untuk penggunaan dominan Electric Vehicle (EV), servis dilakukan setiap 20.000 km atau satu tahun. Sementara untuk mode Hybrid Electric Vehicle (HEV), servis dilakukan setiap 10.000 km. Perbandingannya, mobil bensin biasanya memerlukan perawatan setiap 10.000 km atau enam bulan.
