Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bersama dengan Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, mengajak masyarakat Desa Sumberejo untuk terlibat dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan terpadu dari tingkat desa. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Sambung Rasa yang diselenggarakan di Gedung Sasono Suko Desa Sumberejo. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, dimana forum tersebut menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan warga untuk menyampaikan aspirasi dan membahas berbagai persoalan yang dihadapi desa.
Kepala Desa Sumberejo, Tri Raharjo, menyatakan apresiasi atas kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Klaten beserta jajaran pemerintah. Ia menilai Sambung Rasa sebagai wadah penting untuk menyampaikan ide, masukan, dan kebutuhan masyarakat desa secara langsung kepada pemerintah daerah. Tri Raharjo juga mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan di Desa Sumberejo, sambil menyoroti potensi wisata lokal seperti Peken Makanan Tradisional Mbah Jombel yang dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Desa Sumberejo memiliki target menjadi desa mandiri pada tahun 2025, dan pemerintah desa berharap predikat tersebut dapat tercapai melalui dukungan berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan sampah dan pengembangan potensi wisata desa. Bupati Klaten kemudian menyerahkan bantuan simbolis kepada desa tersebut, yang diperoleh dari berbagai instansi seperti Baznas Klaten, PT BPR Bank Klaten, dan lainnya.
Dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Klaten secara rutin mengadakan kegiatan Sambung Rasa di berbagai desa. Bupati Klaten menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Dengan demikian, Sambung Rasa tidak hanya menjadi sarana dialog antara pemerintah daerah dan warga, tetapi juga menjadi ajang untuk membangun Desa Sumberejo yang lebih unggul dan berkelanjutan.

