Komisi X DPR akan memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti terkait kasus tragis seorang siswa SD Nusa Tenggara Timur yang mengakhiri hidupnya. Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian mengungkapkan rencana rapat yang akan digelar pekan depan sebelum masa reses DPR dimulai. Beliau menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut dan ingin mendalami permasalahan di balik tindakan tragis tersebut.
DPR juga berencana untuk melakukan kunjungan kerja ke NTT dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta melibatkan para stakeholders untuk menggali informasi lebih lanjut terkait kasus ini. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira, meminta pihak kepolisian untuk menjelaskan secara jelas duduk perkara kasus tersebut dan menyelidiki penyebab dari insiden menyedihkan ini.
Kejadian tragis ini menjadi momentum bagi pemerintah, keluarga, dan lingkungan terdekat untuk memperhatikan dan menjaga generasi muda. Tanggung jawab sosial yang harus diemban oleh semua pihak harus ditegakan agar kasus serupa tidak terulang di masa depan. Selain itu, anggota DPR lainnya, seperti MY Esti Wijayanti, juga menekankan pentingnya pendidikan gratis bagi anak-anak sesuai putusan Mahkamah Konstitusi untuk memastikan sekolah bukan tempat yang menimbulkan tekanan finansial pada siswa.
Insiden bunuh diri siswa SD di NTT menjadi cambuk keras bagi dunia pendidikan Indonesia. Hal ini mendorong DPR untuk mengambil langkah tegas agar kasus serupa tidak terulang di masa depan. Semua pihak, termasuk pemerintah, keluarga, dan masyarakat, harus bersatu dalam menjaga dan mendukung generasi muda untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.

