LIVEMinggu, 16 Agustus 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
BerandateknologiSmartphone Lipat Terbaru 2026: Racikan Unik dengan Harga Termurah di Jagat Gadget
teknologi

Smartphone Lipat Terbaru 2026: Racikan Unik dengan Harga Termurah di Jagat Gadget

Motorola Razr 60 Resmi di Indonesia, Bawa Formula Lipat yang Beda dari Kebanyakan

Motorola kembali menegaskan identitasnya di pasar smartphone lipat Indonesia lewat Razr 60. Bukan sekadar mengejar tren, perangkat ini hadir dengan pendekatan yang cukup berani: desain ikonik, dua layar yang fungsional, dan mesin kelas menengah yang membuatnya terasa lebih rasional dibanding banyak ponsel lipat lain yang biasanya dibanderol lebih tinggi. Di tengah pasar yang makin ramai, Razr 60 mencoba masuk lewat kombinasi gaya, fitur, dan harga yang disebut paling terjangkau di kelasnya.

Yang menarik, perangkat ini tidak tampil sebagai ponsel lipat serba mewah tanpa kompromi. Motorola justru menyusun Razr 60 sebagai perangkat yang menonjol di pengalaman pakai sehari-hari, terutama lewat layar luar yang besar, kamera berbasis Moto AI, dan paket penjualan yang sudah cukup lengkap. Dari sini, Razr 60 terlihat seperti upaya Motorola untuk membuat smartphone lipat terasa lebih masuk akal bagi pengguna yang ingin tampil beda tanpa harus masuk ke level harga paling tinggi.

Desain Lipat yang Tetap Elegan, Tapi Dibuat Lebih Tahan Pakai

Secara visual, Motorola Razr 60 masih mempertahankan bahasa desain khas seri Razr: ramping, elegan, dan punya kesan premium yang langsung terlihat saat dibuka maupun ditutup. Bodinya hadir dengan finishing yang terasa mewah, ditambah pilihan warna yang cukup unik untuk kelasnya. Karakter desain seperti ini jelas menjadi salah satu daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang ingin smartphone lipat bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai pernyataan gaya.

Motorola juga menaruh perhatian pada sisi ketahanan. Razr 60 memakai hinge baru berbahan titanium yang diklaim memberikan durabilitas lebih baik. Di perangkat lipat, engsel adalah salah satu komponen paling krusial, sehingga peningkatan ini menjadi poin penting. Meski tidak mengubah fakta bahwa smartphone lipat tetap punya karakter penggunaan yang berbeda, pendekatan tersebut memberi sinyal bahwa Motorola ingin Razr 60 lebih siap dipakai harian.

Dalam paket penjualannya, pengguna akan menemukan unit smartphone, kabel USB A to C, charger 33W, hard case, SIM tray ejector, serta dokumen pendukung. Ada juga bonus perdana dari XL yang ikut disertakan. Isi paket seperti ini membuat pengalaman awal penggunaan terasa lebih praktis, karena pembeli tidak perlu mencari beberapa aksesori dasar secara terpisah.

Dua Layar yang Jadi Nilai Jual Utama

Motorola Razr 60 mengandalkan dua layar sebagai pusat pengalaman. Layar utamanya berukuran 6,9 inci dengan panel LTPO P-OLED, refresh rate hingga 120Hz, serta dukungan 1,07 miliar warna. Di atas kertas, spesifikasi ini memberi ruang untuk tampilan yang halus dan kaya warna, baik saat scrolling, menonton video, maupun bermain gim. Panel LTPO juga memberi keuntungan pada efisiensi daya karena refresh rate dapat menyesuaikan kebutuhan.

Sementara itu, cover screen berukuran 3,6 inci memakai panel AMOLED dengan refresh rate 90Hz dan dukungan warna yang sama. Layar luar ini menjadi salah satu elemen paling penting pada ponsel lipat clamshell, karena pengguna bisa mengakses notifikasi, melihat informasi singkat, hingga menjalankan beberapa fungsi tanpa harus membuka perangkat. Dengan ukuran yang relatif besar, cover screen Razr 60 terasa lebih berguna ketimbang sekadar layar pemberitahuan.

Di sisi audio, dual speaker yang digunakan memberikan hasil yang cukup memuaskan, meski belum bisa disebut istimewa. Artinya, Motorola masih memberi ruang untuk peningkatan pada aspek suara, tetapi secara umum pengalaman multimedia tetap berada pada level yang layak untuk penggunaan harian.

Kamera Moto AI dan Prosesor Mid-Range Jadi Pembeda

Salah satu hal yang membuat Razr 60 terasa berbeda adalah pendekatan kameranya. Di bagian depan, tersedia kamera selfie 32MP yang ditempatkan pada punch hole di layar utama. Sementara itu, sistem kamera utama berada di area cover screen dan terdiri dari kamera 50MP f/1.7 dengan PDAF dan OIS, serta kamera ultra-wide 8MP f/2.2 dengan AF. Kombinasi ini memberi fleksibilitas untuk foto harian, sudut lebar, hingga kebutuhan konten cepat yang memanfaatkan desain lipatnya.

Motorola juga menyematkan fitur-fitur seperti Slow Motion, Horizon Lock, Pro Mode, dan beberapa opsi lain yang memperkaya pengalaman fotografi maupun video. Dukungan Moto AI menjadi bagian penting lain yang membuat sistem kamera terasa lebih modern, meskipun ponsel ini tidak bermain di segmen flagship penuh. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa Motorola ingin membuat pengalaman kamera tetap menarik tanpa harus mengandalkan spesifikasi yang terlalu agresif.

Di balik semua itu, Razr 60 membawa prosesor kelas mid-range. Keputusan ini membuat perangkat terasa lebih unik, karena sebagian besar smartphone lipat kerap diposisikan dengan chipset kelas atas. Motorola tampaknya memilih jalur berbeda: mengutamakan pengalaman desain, layar, dan fitur utama, sambil menjaga harga agar lebih ramah dibanding banyak kompetitornya. Strategi ini yang kemudian membuat Razr 60 menonjol sebagai opsi lipat dengan karakter paling masuk akal di kelasnya.

Dengan formula tersebut, Motorola Razr 60 tidak mencoba menjadi ponsel lipat paling ekstrem. Ia justru tampil sebagai perangkat yang tahu ke mana harus menekan daya tariknya: desain premium, layar ganda yang fungsional, kamera yang dibantu AI, dan paket penjualan yang cukup lengkap. Mengutip informasi peluncurannya di Indonesia, inilah salah satu smartphone lipat terbaru yang paling menarik perhatian karena berhasil menawarkan sesuatu yang berbeda tanpa kehilangan arah pasar.

Penulis

Redaksi teknologi

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori teknologi.