teknologi

American McGee’s Spiritual Successor in Works for Alice Series

Nasib seri Alice mungkin sudah lama menggantung, tetapi American McGee belum benar-benar menutup pintu untuk dunia gelap yang ia bangun. Setelah keputusan Electronic Arts pada 2023 membuat banyak penggemar kecewa karena tak ada kelanjutan untuk Alice: Madness Returns, McGee kini kembali memberi sinyal bahwa ia masih ingin melanjutkan benang cerita yang terputus itu—hanya saja dengan jalur yang berbeda.

Dalam pernyataan terbarunya, McGee menyebut tengah menggarap sebuah proyek yang ia sebut sebagai “penerus spiritual” untuk seri Alice. Langkah ini menjadi semacam jawaban atas kebuntuan yang muncul setelah EA, pemegang hak kekayaan intelektual Alice, memilih untuk tidak melanjutkan waralaba tersebut. Bagi McGee, keputusan itu jelas mengecewakan. Bagi penggemar, kabar ini sempat terasa seperti pintu yang tertutup rapat.

Penerus spiritual, bukan sekuel langsung

Alih-alih memaksakan sekuel resmi, McGee kini mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Dalam wawancara dengan GamesRadar, ia menjelaskan bahwa game baru ini akan berangkat dari properti miliknya sendiri, yaitu Plushie Dreadfuls. Meski begitu, ia tetap ingin membawa nuansa dan benang emosional yang terhubung dengan akhir cerita Alice: Madness Returns.

Langkah ini tampaknya dipilih agar proyek tersebut tetap bisa berjalan tanpa tersandung persoalan hukum dengan EA. Dengan kata lain, McGee berusaha menjaga semangat Alice tetap hidup, tetapi dalam bentuk yang tidak bergantung pada lisensi lama. Ini bukan sekadar upaya nostalgia, melainkan cara untuk menghindari kebuntuan yang selama ini menghambat kelanjutan cerita.

James, tokoh baru untuk menutup cerita yang tertinggal

Salah satu perubahan paling penting dalam proyek ini adalah hadirnya protagonis baru bernama James. Kehadiran karakter ini memberi petunjuk bahwa McGee tidak ingin sekadar mengulang formula lama. Ia tampaknya ingin membuka ruang narasi baru sambil tetap menyelesaikan konflik yang belum tuntas dari Alice: Madness Returns.

Keputusan menghadirkan tokoh baru juga memperlihatkan upaya McGee untuk merancang jembatan antara masa lalu dan proyek yang sedang ia bangun sekarang. Dengan James sebagai pusat cerita, ia punya ruang lebih luas untuk merangkai tema gelap, psikologis, dan surealis yang selama ini melekat pada karya-karyanya. Namun, karena proyek ini belum diungkap secara detail, masih belum jelas sejauh mana keterkaitannya dengan dunia Alice akan dipertahankan.

Antara harapan penggemar dan batasan hak cipta

Seri Alice memang punya tempat khusus di hati banyak pemain. Gaya visual yang suram, atmosfer psikologis yang tidak biasa, serta pendekatan platformer yang dibalut tema kelam membuatnya berbeda dari game lain pada masanya. Karena itu, kabar bahwa McGee masih berupaya membawa semangat seri tersebut tentu memancing perhatian.

Di sisi lain, fakta bahwa proyek ini tidak bisa berdiri sebagai kelanjutan resmi juga menunjukkan betapa rumitnya hubungan antara kreativitas dan kepemilikan IP dalam industri game. McGee tampaknya memilih jalan tengah: tetap mengembangkan sesuatu yang dekat secara emosional dengan Alice, tetapi cukup terpisah secara legal agar bisa benar-benar diwujudkan.

Untuk saat ini, proyek tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Namun satu hal sudah jelas: McGee belum selesai dengan dunia yang pernah ia ciptakan. Ia mungkin tak lagi bisa melanjutkan Alice dalam bentuk yang diharapkan banyak orang, tetapi ia masih berusaha menjaga nyala kisah itu tetap hidup melalui arah baru yang ia bangun sendiri.

Atribusi sumber: informasi mengenai proyek ini disampaikan American McGee dalam wawancara dengan GamesRadar dan melalui unggahan yang ia bagikan di media sosial.