Ketegangan geopolitik dan ketidakstabilan keuangan sering mendorong masyarakat beralih ke aset digital yang tidak terikat batas negara. Fenomena tersebut kembali terlihat setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Perusahaan analisis blockchain Elliptic pada 2 Maret melaporkan lonjakan tajam arus keluar aset kripto dari Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran.
Tom Robinson, co-founder dan Chief Scientist Elliptic, mengungkapkan bahwa lonjakan arus keluar aset kripto dari Nobitex terjadi hanya beberapa menit setelah serangan udara dimulai. Volume transaksi keluar meningkat hingga 700%, mengindikasikan kemungkinan pelarian modal dari Iran yang dilakukan melalui aset digital untuk menghindari sistem perbankan tradisional.
Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran, mencatat transaksi kripto senilai USD 7,2 miliar sepanjang 2025 dan melayani lebih dari 11 juta pengguna. Selain itu, platform ini memiliki peran penting dalam ekosistem aset digital Iran, meskipun sebelumnya pernah dikaitkan dengan aktivitas keuangan yang selaras dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pada Januari lalu, Nobitex juga diketahui digunakan oleh Bank Sentral Iran dalam upaya untuk menopang nilai mata uang rial yang terkendala.
Dengan perkembangan ini, terlihat bahwa ketegangan geopolitik dapat memengaruhi arus keuangan dan transaksi kripto, dimana masyarakat beralih kepada aset digital untuk melindungi nilai ekonomi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi ketidakpastian, aset digital dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel dan aman bagi individu atau negara yang terdampak.

