Saturday, December 6, 2025
No menu items!
HomemiliterRomania Membeli 18 Jet Tempur F-16 dari Belanda: Harga Terjangkau

Romania Membeli 18 Jet Tempur F-16 dari Belanda: Harga Terjangkau

Romania telah resmi membeli 18 jet tempur F-16 dari Belanda seharga satu euro saja. Penyerahan tersebut dilakukan awal November 2025 dan jet-jet tempur tersebut sekarang berada di Pangkalan Udara 86 Feteti, Romania. Kesepakatan ini bukanlah transaksi komersial, tetapi lebih sebagai bentuk solidaritas dan investasi bersama untuk keamanan kawasan, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Belanda, Kajsa Ollongren.

Meskipun harga beli jet hanya satu euro, Romania harus menanggung biaya logistik, modernisasi, dan perawatan jangka panjang. Pesawat tempur tersebut sebelumnya dimiliki oleh Angkatan Udara Belanda dan sekarang Romania memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melatih, dan mengoperasikan sistem tempur kompleks tersebut.

Selain memberikan Romania posisi strategis baru dalam arsitektur pertahanan Eropa, kesepakatan ini juga mempercepat modernisasi militer Belanda dan memperkuat NATO di sisi timur Eropa. Bagi Belanda, pengalihan armada F-16 ke Romania adalah cara untuk memperluas kemampuan udara di kawasan timur NATO tanpa meningkatkan ketegangan diplomatik dengan Rusia.

Dengan tambahan 18 unit jet F-16 dari Belanda, Romania kini memiliki total 35 unit F-16, termasuk yang dibeli dari Portugal sebelumnya, dan telah menyatakan minat untuk membeli F-35 di masa mendatang. Pusat pelatihan utama F-16 di Romania, European F-16 Training Center (EFTC), kini menjadi titik tumpu untuk melatih pilot NATO, termasuk pilot Ukraina.

Meskipun kesepakatan ini menandai era baru kerja sama pertahanan Eropa, Romania masih dihadapkan pada tantangan besar seperti biaya modernisasi dan logistik yang bisa mencapai puluhan juta euro per tahun. Namun, dengan harga simbolis satu euro saja, Romania kini memiliki kesempatan untuk memperkuat posisinya dalam menjaga keamanan kawasan serta berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan pertahanan udara NATO dan Ukraina.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer