Bitcoin diperkirakan telah mencapai titik terendah dan berpotensi menguat ke depan, menurut analis AllianceBernstein. Prediksi ini muncul ketika harga bitcoin diperdagangkan sekitar USD 71.000, setelah mengalami koreksi dari level tertinggi pada akhir 2025. Meski demikian, Bernstein tetap mempertahankan target harga bitcoin di level USD 150.000 pada akhir 2026, didukung oleh sinyal pasar dan minat institusional.
Penurunan harga terbaru ini tidak disertai kegagalan sistemik seperti pada siklus kripto sebelumnya, menurut Bernstein. Koreksi kali ini lebih dipengaruhi oleh tekanan makroekonomi dan perilaku pasar, termasuk ketegangan geopolitik terkait serangan AS-Israel ke Iran serta suku bunga tinggi. Likuidasi posisi leverage dan aksi ambil untung juga mempercepat penurunan harga, namun dianggap sebagai penyesuaian sementara dalam sentimen pasar.
Bitcoin mengalami penurunan hampir 50% dari puncaknya di Oktober 2025 sebesar USD 126.279, sebelum pulih dari level terendah sekitar USD 62.500 pada akhir Februari. Setiap keputusan investasi tetap ada di tangan pembaca, dan disarankan untuk mempelajari dan menganalisis sebelum melakukan transaksi kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang mungkin terjadi akibat keputusan investasi.

