Perusahaan-perusahaan Vietnam bersaing meluncurkan bursa kripto berlisensi di negara itu sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk membatasi perdagangan di platform luar negeri di salah satu pasar kripto teraktif di dunia. Menurut Yahoo Finance, Vietnam berencana meluncurkan skema percontohan untuk bursa aset digital yang dikelola secara lokal paling cepat bulan ini, seiring dengan resolusi pemerintah pada Februari 2026 untuk memperketat pengawasan perdagangan kripto dan aliran modal.
Dari lima perusahaan yang lolos tahap kualifikasi awal, termasuk afiliasi dari tiga bank swasta Vietnam seperti Techombank, VPBank, LPBank, pialang saham VIX Securities, dan Sun Group, salah satu konglomerat swasta terbesar di Vietnam. Sun Group dan VPBank telah mengonfirmasi permohonan lisensinya, sementara tiga perusahaan lain belum memberikan tanggapan.
Vietnam menempati peringkat keempat secara global dalam Indeks Adopsi Kripto Global tahun lalu, dengan transaksi pasar kripto yang melibatkan pelaku pasar Vietnam melebihi USD 200 miliar atau Rp 3.392 triliun dalam 12 bulan hingga Juni. Pihak berwenang semakin khawatir tentang penggunaan kripto dan stablecoin di tengah meningkatnya popularitas di kawasan ini yang meningkatkan risiko arus keluar modal yang tidak terkendali.
Sementara itu, Kementerian Keuangan sedang menyusun peraturan baru yang akan melarang warga negara Vietnam untuk berdagang di platform kripto luar negeri. Hal ini sebagai langkah untuk memperketat pengawasan dan pengendalian perdagangan kripto di negara tersebut.

