Perusahaan kripto Strategy mengejar ambisi besar untuk menjadi pembeli bitcoin terbesar di masa depan. Dalam wawancara dengan Bloomberg TV, Presiden Direktur dan CEO Strategy, Phong Le, menyatakan bahwa perusahaan akan terus mengakumulasi bitcoin dalam jangka panjang.
Penjualan Bitcoin dan Strategi Modal
Pada pekan yang berakhir 22 Juni 2026, Strategy menjual bitcoin senilai US$ 215 juta sebagai bagian dari strategi modal. Namun, sejak itu, perusahaan belum melakukan pembelian kembali. Sebelumnya, Strategy juga berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 467 juta dari penjualan saham biasa. Tindakan ini membuat cadangan kas perusahaan meningkat menjadi sekitar US$ 3 miliar.
Phong Le menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menunjukkan likuiditas dalam kepemilikan bitcoin perusahaan. Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan jumlah kas yang cukup dalam neraca perusahaan, terutama dalam jangka pendek.
Minimalkan Risiko Utang
Meskipun optimis dengan kondisi keuangan perusahaan, Le menyatakan bahwa risiko utang akan mulai dipertimbangkan jika harga bitcoin turun hingga mencapai kisaran US$ 8.000-US$ 10.000. Sampai saat itu, Strategy merasa cukup aman dengan posisi kasnya.
Dengan mempertimbangkan kekhawatiran yang mungkin muncul dari pemegang saham, Strategy berusaha untuk tetap transparan mengenai cadangan kas dan bagaimana perusahaan akan menghadapi potensi penurunan harga bitcoin. Hal ini juga sebagai upaya untuk memastikan kestabilan neraca perusahaan di masa depan.
Jadi, meskipun memperhatikan potensi risiko, Strategy tetap berkomitmen untuk menjadi salah satu pemain utama dalam akumulasi aset kripto, khususnya bitcoin. Semua langkah yang diambil didasari oleh strategi yang matang demi memastikan kelangsungan bisnis jangka panjang.



