PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memangkas jumlah entitas dalam grupnya dari 41 menjadi 24 perusahaan melalui program streamlining pada 2026.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan penataan itu menjadi tahap awal sebelum Pelindo masuk ke pembenahan model bisnis.
“Transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar,” ujar Dony dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (28/9).
Dalam program tersebut, ada 17 entitas yang masuk penataan. Sebanyak 11 entitas telah menyelesaikan aksi korporasi, sedangkan enam entitas lainnya ditargetkan rampung paling lambat 31 Desember 2026.
Penataan dilakukan lewat sejumlah skema, yaitu merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi.
Selain memangkas jumlah perusahaan, Pelindo juga mengubah model pengelolaan di dalam grup. Dari sebelumnya strategic holding, Pelindo beralih ke active management.
Melalui model itu, Pelindo akan mengambil peran lebih langsung dalam pengelolaan kegiatan operasional utama. Pembagian peran antara holding, regional, service line, dan entitas usaha juga akan diperjelas.
Dony menyebut transformasi tersebut dilakukan melalui konsolidasi di bawah Danantara. Ia menilai langkah itu tepat karena adanya Danantara membuat konsolidasi menjadi memungkinkan dilakukan.
Setelah penyederhanaan struktur entitas, Pelindo akan melanjutkan proses penataan model bisnis. Program itu diarahkan untuk membentuk struktur dan model bisnis Pelindo yang lebih sederhana serta memperjelas fungsi masing-masing entitas dalam Pelindo Group.
Sumber: CNN Indonesia



