Morgan Stanley kembali memberi sinyal serius di pasar aset digital. Dalam pembaruan terbaru untuk pengajuan ETF bitcoin-nya, bank investasi raksasa itu menambahkan Fidelity sebagai salah satu kustodian, langkah yang mempertegas bahwa produk ini makin mendekati tahap peluncuran. ETF bitcoin tersebut rencananya akan melantai di NYSE Arca dengan kode saham MSBT.
Menurut laporan Yahoo Finance, pembaruan dokumen juga memuat keringanan biaya untuk investasi awal hingga USD 5 miliar atau sekitar Rp 84,68 triliun selama enam bulan. Ketentuan itu tercantum dalam amandemen formulir S-1 yang diajukan ke SEC, dan menjadi salah satu detail penting yang biasanya baru terlihat saat produk mendekati daftar resmi.
ETF Bitcoin Morgan Stanley Makin Jelas Arahnya
Rencana peluncuran ETF bitcoin ini bukan datang tiba-tiba. Morgan Stanley pertama kali mendaftarkan dana tersebut pada Januari, bersamaan dengan Morgan Stanley Solana Trust. Sejak awal, pengajuan ke regulator memberi kesan bahwa produk bitcoin berada di jalur yang lebih siap dibandingkan Solana, karena dokumen terkait BTC sudah bergerak lebih jauh sementara pengajuan Solana belum diperbarui sejak tahap awal.
Dalam pengajuannya, Morgan Stanley menggambarkan kedua produk itu sebagai kendaraan investasi pasif yang akan mengikuti kinerja aset kripto terkait. Namun, pada versi awal dokumen, bank tersebut belum mengungkap detail penting seperti kustodian maupun struktur biaya. Informasi seperti itu biasanya baru dicantumkan melalui amandemen S-1 sebelum pencatatan resmi.
Fidelity Masuk, Daftar Kustodian Bertambah
Pembaruan terbaru membawa perubahan yang cukup mencolok. Morgan Stanley sebelumnya telah menyebut The Bank of New York Mellon dan Coinbase Custody Trust Company sebagai kustodian aset dana. Kini, Fidelity ikut masuk dalam daftar tersebut.
Masuknya Fidelity menunjukkan bahwa Morgan Stanley tidak hanya menyiapkan produk, tetapi juga membangun fondasi operasional yang lebih luas untuk mendukung ETF bitcoin ini. Dalam konteks industri, pemilihan kustodian sering dibaca sebagai indikator seberapa matang kesiapan sebuah produk sebelum diperdagangkan ke publik.
Langkah ini juga memperlihatkan bahwa Morgan Stanley semakin agresif memperluas pijakan di sektor kripto, bukan sekadar sebagai pengamat dari pinggir lapangan. Arah itu sejalan dengan pernyataan Amy Oldenburg, Head Digital Assets Strategy Morgan Stanley, yang sebelumnya mengungkapkan rencana perusahaan untuk membangun layanan kustodian dan perdagangan bitcoin secara internal.
Ekspansi Kripto Morgan Stanley Tak Berhenti di Bitcoin
Bitcoin bukan satu-satunya aset digital yang masuk radar Morgan Stanley. Bank ini juga telah mengonfirmasi rencana untuk menawarkan perdagangan Bitcoin, Ethereum, dan Solana melalui aplikasi E*Trade. Di saat yang sama, Morgan Stanley juga mengajukan permohonan untuk menambahkan ETF Ethereum ke dalam portofolio kriptonya.
Rangkaian langkah tersebut menunjukkan pendekatan yang lebih luas: Morgan Stanley tampak ingin membangun ekosistem kripto yang mencakup produk investasi, perdagangan, hingga layanan pendukung di dalam rumah sendiri. Jika ETF bitcoin MSBT benar-benar meluncur di NYSE Arca, itu akan menjadi salah satu penanda paling jelas bahwa bank-bank besar Wall Street tak lagi sekadar mengamati, tetapi mulai menyusun infrastruktur untuk bersaing di pasar aset digital.
Adapun rincian terbaru ini merujuk pada pembaruan pengajuan yang dilaporkan Yahoo Finance dan dokumen amandemen S-1 yang disampaikan ke SEC.
