crypto

Manfaatkan Platform Crypto.com PHK 12% dengan Keunggulan Kecerdasan Buatan

Crypto.com memilih jalan yang makin sering ditempuh perusahaan teknologi besar: memangkas sebagian tenaga kerja sambil mempercepat adopsi kecerdasan buatan. Di tengah persaingan industri kripto yang kian ketat, platform exchanger global itu mengumumkan restrukturisasi yang berujung pada pengurangan sekitar 12 persen karyawan. Langkah ini bukan sekadar efisiensi biaya, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menjadikan AI sebagai tulang punggung operasional perusahaan.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh CEO Crypto.com, Kris Marszalek, yang menegaskan bahwa perusahaan sedang memasuki fase baru. Menurut dia, organisasi yang mampu bergerak cepat dan menggabungkan teknologi AI dengan talenta terbaik akan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai skala kerja yang lebih tinggi sekaligus menjaga presisi. Dengan kata lain, Crypto.com tengah mencoba menata ulang cara kerjanya agar lebih ramping, cepat, dan selaras dengan arah industri.

AI jadi alasan utama restrukturisasi

Crypto.com menyebut integrasi AI sebagai landasan utama perubahan internal yang sedang dijalankan. Marszalek menggambarkan bahwa perusahaan ingin membawa kecerdasan buatan ke hampir seluruh lini kerja, bukan hanya pada fungsi tertentu. Dalam pendekatan seperti ini, otomatisasi dan pembelajaran mesin dipakai untuk mendukung proses yang sebelumnya lebih banyak bergantung pada tenaga manusia.

Langkah ini membuat perusahaan masuk ke kelompok bisnis yang mulai menempatkan AI sebagai faktor penting untuk bertahan dan berkembang. Di sektor teknologi, adopsi AI memang kerap dipandang sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, dan menjaga daya saing. Crypto.com tampaknya melihat kondisi serupa di industri aset digital, yang dikenal bergerak cepat dan sangat sensitif terhadap perubahan pasar.

Meski begitu, pergeseran besar semacam ini biasanya membawa konsekuensi langsung bagi struktur organisasi. Crypto.com memilih mengurangi posisi yang dianggap tidak lagi sejalan dengan arah perusahaan yang baru. Artinya, restrukturisasi ini bukan hanya soal penggunaan teknologi baru, tetapi juga penyesuaian ulang terhadap peran manusia di dalam sistem kerja yang berubah.

12 persen karyawan terdampak secara bertahap

Dalam rencana restrukturisasi tersebut, sekitar 12 persen tenaga kerja Crypto.com akan dikurangi secara bertahap. Perusahaan tidak mengungkap jumlah pasti karyawan yang terdampak, dan juga tidak menjelaskan secara rinci divisi mana yang paling besar terkena penyesuaian. Namun, disebutkan bahwa mereka yang terdampak sudah diberi pemberitahuan serta dukungan transisi.

Informasi itu menunjukkan bahwa PHK ini tidak dilakukan secara mendadak, melainkan melalui proses bertahap. Meski demikian, skala pemangkasan 12 persen tetap menandakan perubahan yang signifikan dalam tubuh perusahaan. Bagi Crypto.com, keputusan ini tampaknya diposisikan sebagai bagian dari penataan ulang yang dianggap perlu agar bisnis tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan dinamika industri kripto.

Di sisi lain, langkah ini juga memperlihatkan bagaimana perusahaan-perusahaan besar kini semakin terbuka menjadikan AI sebagai alasan strategis untuk merombak struktur kerja. Bukan hanya meningkatkan penggunaan perangkat lunak cerdas, tetapi juga menyesuaikan jumlah dan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi perusahaan.

Crypto.com ingin tetap agresif di pasar kripto global

Dengan restrukturisasi ini, Crypto.com ingin mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain penting di layanan exchanger kripto global. Marszalek menempatkan perubahan ini sebagai langkah untuk memastikan perusahaan tetap kompetitif di tengah pasar yang bergerak cepat dan menuntut efisiensi tinggi. Fokusnya bukan semata pada penghematan, tetapi pada membangun perusahaan yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi.

Arah tersebut sejalan dengan tren yang lebih luas di sektor teknologi, ketika perusahaan semakin sering menggabungkan otomatisasi, pembelajaran mesin, dan AI untuk menyederhanakan proses internal. Dalam konteks Crypto.com, strategi ini menjadi sinyal bahwa perusahaan sedang mencoba menyesuaikan diri lebih agresif dengan masa depan industri kripto, meski harus dibayar dengan berkurangnya sebagian tenaga kerja.

Seperti dilaporkan sumber yang dikutip dalam pemberitaan ini, Crypto.com belum merinci lebih jauh dampak restrukturisasi terhadap operasional harian maupun target bisnis jangka pendek. Namun satu hal sudah jelas: perusahaan sedang mengubah fondasi kerja internalnya, dan AI kini ditempatkan sebagai elemen utama dalam perubahan itu.