KLH/BPLH Gelar Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026
Pada akhir bulan Juli, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyelenggarakan Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026. Acara ini berlangsung selama tiga hari di Wana Wisata Sumber Gempong, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dengan tema “Merawat Sungai, Memulihkan Kehidupan,” forum ini merupakan langkah penting dalam pelestarian sungai di Indonesia.
Partisipasi Luas dari Berbagai Pihak
Sebanyak 500 peserta dari 15 provinsi, 53 kabupaten/kota, dan 33 daerah aliran sungai (DAS) turut serta dalam konferensi ini. Mereka saling bertukar gagasan, berbagi praktik terbaik, dan memperkuat kolaborasi untuk menyajikan solusi konkret dalam memulihkan sungai di tanah air.
Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, mengapresiasi peran komunitas sungai dalam menjaga dan memulihkan sungai di berbagai daerah. Ketika berbicara di acara tersebut, Jumhur menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, komunitas memiliki peran vital dalam proses pemulihan sungai di Indonesia.
Tantangan dalam Pemulihan Kualitas Air
Kondisi kualitas air di Indonesia menjadi perhatian serius, terutama dengan penurunan kualitas yang terus terjadi. Data pemantauan kualitas air nasional pada 2025 mengungkapkan bahwa sebagian besar badan air mengalami pencemaran. Tantangan terbesar dalam pemulihan kualitas sungai terletak pada parameter pencemar seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Total Coliform, Fecal Coliform, dan klorin yang berasal dari berbagai aktivitas sehari-hari.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong keterlibatan lintas sektor dalam upaya melestarikan sungai. Program-program seperti Susur Sungai dan Patroli Air terus digalakkan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai.
Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 juga menandai adanya komitmen bersama antara KLH/BPLH dan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dalam perlindungan sungai. Harapan pun tercipta agar kolaborasi multipihak terus memperkuat sistem perlindungan sungai di Indonesia agar tetap lestari dan mendukung kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.


