JPMorgan Chase baru-baru ini mengeluarkan produk terstruktur yang terhubung dengan Bitcoin melalui BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT), menciptakan gelombang kritik dari komunitas kripto yang meragukan niat bank tersebut terhadap industri aset digital. Meskipun minat institusi besar terhadap Bitcoin semakin meningkat, sebagian dari komunitas masih merasa kurang yakin.
Produk baru ini menawarkan potensi imbal hasil hingga 16 persen dengan syarat dan ketentuan yang berlaku hingga 2026, menunjukkan pergeseran fokus JPMorgan terhadap aset digital tanpa harus terlibat langsung dengan altcoin seperti Ethereum. Namun, kontroversi semakin memanas setelah CEO Strike, Jack Mallers, memberikan pengalaman pribadinya di mana JPMorgan menutup rekeningnya dengan alasan aktivitas mencurigakan dan Undang-Undang Kerahasiaan Bank, menciptakan kontroversi lebih lanjut.
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi sepenuhnya tergantung pada pembaca dan merupakan tanggung jawab masing-masing individu. Dengan ini, penting untuk melakukan riset dan analisis mendalam sebelum membeli dan menjual kripto. Liputan6.com mengingatkan bahwa kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang diambil.

