Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa pelayanan kepolisian di jalan raya harus terasa lebih dekat, lebih ramah, dan tetap tegas dalam menjaga keamanan. Dalam pernyataan resminya, ia memberi apresiasi kepada jajaran polantas yang dinilai telah berkontribusi menjaga situasi harkamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap aman dan tertib.
Di tengah persiapan menghadapi arus mudik Lebaran, Agus menekankan bahwa tugas polisi lalu lintas tidak berhenti pada pengaturan kendaraan semata. Menurutnya, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga harus mencerminkan sikap humanis, terutama saat jutaan orang bergerak menuju kampung halaman untuk merayakan hari besar bersama keluarga.
Polantas Diminta Hadir dengan Wajah Humanis
Agus menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras personel lalu lintas di berbagai lini. Ia menilai kontribusi mereka penting dalam menjaga rasa aman masyarakat, baik dalam pengaturan arus kendaraan, pengawasan di lapangan, maupun upaya mencegah gangguan ketertiban di jalan.
Namun, ia juga memberi penekanan baru: polantas perlu tampil lebih humanis. Pesan itu bukan sekadar soal etika pelayanan, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik. Dalam situasi mudik yang padat dan penuh tekanan, pendekatan yang santun dan komunikatif dinilai bisa membantu masyarakat merasa lebih tenang saat menghadapi perjalanan panjang.
Agus mengingatkan bahwa kehadiran polisi lalu lintas di lapangan harus bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh pengguna jalan. Dengan begitu, pengamanan lalu lintas tidak hanya dipahami sebagai penegakan aturan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan yang mendukung kenyamanan warga.
Operasi Ketupat Tak Sekadar Urusan Jalan Raya
Dalam keterangannya, Kakorlantas juga menyoroti kesiapan menghadapi Operasi Ketupat. Ia menyebut langkah-langkah yang telah disiapkan bertujuan memastikan perjalanan masyarakat saat mudik dan arus balik tetap lancar. Fokusnya bukan hanya pada pengaturan kendaraan, tetapi juga pada terciptanya situasi yang aman selama masa libur panjang.
Menurut Agus, Operasi Ketupat memiliki makna yang lebih luas dari sekadar rekayasa lalu lintas. Operasi ini juga berkaitan dengan upaya menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat agar tetap berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan kondusif. Karena itu, pengamanan di jalan dipandang sebagai bagian dari perlindungan terhadap aktivitas publik yang sangat penting bagi banyak orang.
Ia menegaskan bahwa kelancaran perjalanan masyarakat harus menjadi perhatian utama, terutama ketika volume kendaraan meningkat tajam. Dalam kondisi seperti ini, kesiapan personel, koordinasi di lapangan, dan pelayanan yang cepat menjadi faktor yang menentukan.
Menjaga Ketertiban di Momen Idul Fitri dan Nyepi
Agus juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban lalu lintas selama masa perayaan Idul Fitri dan Nyepi. Dua momentum keagamaan tersebut, menurutnya, sama-sama membutuhkan perhatian serius agar masyarakat dapat beribadah dan berkegiatan dengan rasa aman.
Ia menilai keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari lancarnya arus kendaraan, tetapi juga dari kemampuan aparat menjaga suasana tetap kondusif di tengah tingginya mobilitas warga. Karena itu, setiap personel diminta memahami bahwa tugas mereka memiliki dampak langsung pada kenyamanan masyarakat luas.
Dengan penekanan pada pelayanan yang lebih manusiawi, Kakorlantas ingin memastikan bahwa kehadiran polantas di masa mudik benar-benar menjadi solusi di lapangan, bukan sekadar simbol pengawasan. Dalam momentum sebesar Lebaran, pendekatan yang tertib sekaligus ramah dipandang sebagai kunci agar perjalanan warga tetap aman dari awal hingga kembali ke tujuan.
Atribusi sumber: pernyataan resmi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol Agus Suryonugroho.
