LIVEKamis, 20 Agustus 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
BerandateknologiGame Fisik PS5 & Xbox: Harus Diunduh Terlebih Dahulu?
teknologi

Game Fisik PS5 & Xbox: Harus Diunduh Terlebih Dahulu?

Game fisik di PS5 dan Xbox Series X masih belum sepenuhnya “fisik”. Meski banyak pemain masih mengandalkan disc sebagai bentuk kepemilikan yang lebih aman dan praktis, temuan terbaru justru menunjukkan bahwa sebagian besar game di dua konsol generasi ini tetap bergantung pada unduhan tambahan sebelum benar-benar bisa dimainkan. Bagi sebagian gamer, ini bukan sekadar soal teknis, melainkan pertanda bahwa makna game fisik sedang bergeser cukup jauh dari bayangan lama.

Temuan tersebut datang dari laporan komunitas pelestarian game Does It Play, yang menyoroti betapa besar ketergantungan game fisik modern terhadap koneksi internet. Dari hasil pemantauan mereka, sekitar 34% game fisik PS5 tidak dapat dimainkan secara penuh tanpa unduhan tambahan. Di sisi Xbox Series X, angkanya bahkan mencapai 50%. Artinya, disc yang dibeli pemain tidak selalu berisi pengalaman lengkap, melainkan hanya pintu masuk menuju proses instalasi dan pembaruan lanjutan.

Disc Tak Lagi Menjadi Versi Final

Dulu, game fisik dipandang sebagai produk utuh. Pemain membeli disc, memasukkannya ke konsol, lalu langsung bermain. Sekarang, gambaran itu semakin jarang ditemui. Dalam banyak kasus, disc hanya memuat sebagian data awal, sementara konten utama, patch, atau perbaikan teknis harus diunduh dari internet terlebih dahulu. Dengan kata lain, media fisik kini lebih sering berfungsi sebagai semacam lisensi awal ketimbang versi final dari sebuah game.

Perubahan ini memperlihatkan bagaimana model distribusi game terus bergeser mengikuti kebutuhan teknis dan strategi penerbit. Ukuran file game yang makin besar, pembaruan hari pertama, serta perbaikan bug setelah rilis membuat banyak judul tidak lagi benar-benar “selesai” saat dicetak ke disc. Kondisi tersebut membuat pemain yang memilih versi fisik tetap harus bergantung pada jaringan online, setidaknya di tahap awal.

Kekhawatiran Soal Akses Jangka Panjang

Masalahnya, ketergantungan terhadap unduhan bukan hanya soal kenyamanan. Di kalangan penggemar pelestarian game, situasi ini memunculkan kekhawatiran yang lebih serius: bagaimana jika server suatu game ditutup, atau file unduhan tidak lagi tersedia di masa depan? Jika itu terjadi, disc yang selama ini dianggap sebagai bentuk kepemilikan bisa saja tak lagi memberi akses penuh kepada pemiliknya.

Inilah yang membuat perdebatan soal game fisik semakin panas. Di atas kertas, pemain memang membeli produk yang bisa disentuh dan disimpan. Namun dalam praktiknya, kepemilikan itu tidak selalu berarti bisa memainkan isi game secara lengkap kapan pun dibutuhkan. Batas antara memiliki game dan hanya memiliki hak akses ke game tersebut makin sulit dibedakan.

Isu ini juga menyentuh pertanyaan yang lebih besar tentang masa depan koleksi game. Jika sebuah judul sangat bergantung pada unduhan, maka nilai preservasi dari media fisik ikut dipertanyakan. Disc yang dulu dipandang sebagai arsip permanen kini bisa berubah menjadi media yang hanya bertahan sejauh dukungan server masih ada.

Gamer Masih Mengandalkan Fisik, Tapi Tidak Lagi Sepenuhnya Mandiri

Di tengah dominasi distribusi digital, sebagian pemain tetap memilih game fisik karena alasan koleksi, resale value, atau sekadar rasa memiliki. Namun temuan ini menunjukkan bahwa pilihan tersebut tidak lagi sepenuhnya memberi kemandirian seperti dulu. Bahkan saat membeli disc, pemain tetap harus siap menghadapi proses instalasi besar, patch peluncuran, dan unduhan tambahan yang kerap tak bisa dihindari.

Dengan kondisi seperti ini, pertanyaan yang tersisa menjadi semakin relevan: apakah game fisik di era PS5 dan Xbox Series X masih bisa disebut benar-benar fisik jika tanpa internet ia belum tentu siap dimainkan? Atau justru disc kini hanya menjadi awal dari proses panjang yang baru selesai setelah server dan koneksi ikut bekerja?

Penulis

Redaksi teknologi

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori teknologi.