crypto

eToro Akuisisi Zengo: Analisis Nilai dan Dampaknya

Setelah lebih dari tiga tahun menunggu persetujuan, eToro akhirnya membuka pintu layanan kripto untuk pelanggan di New York. Langkah ini menandai babak baru bagi platform perdagangan asal Israel itu, yang selama ini harus bergerak hati-hati di salah satu pasar paling ketat di Amerika Serikat.

Menurut laporan The Block, peluncuran ini dimungkinkan setelah eToro memperoleh BitLicense, izin penting untuk menjalankan aktivitas bisnis mata uang virtual di New York. Dengan lisensi tersebut, eToro kini bisa menawarkan layanan kripto secara legal di negara bagian itu, sesuatu yang tidak mudah dicapai mengingat ketatnya pengawasan regulator setempat.

eToro Mulai dari Sekitar 20 Token

Pada tahap awal, eToro akan menghadirkan sekitar 20 token untuk pengguna di New York. Jumlah itu memang belum sebanyak daftar aset digital yang tersedia di wilayah lain tempat eToro beroperasi, tetapi perusahaan menyebut jumlah tersebut akan bertambah seiring waktu.

Di pasar lain, eToro tidak hanya menawarkan kripto, tetapi juga berbagai kelas aset seperti saham, exchange traded fund (ETF), indeks, mata uang, dan komoditas. Kehadiran layanan kripto di New York menjadi perluasan penting karena negara bagian ini dikenal memiliki standar kepatuhan yang jauh lebih ketat dibanding banyak wilayah lain di Amerika Serikat.

BitLicense sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2015, dan sejak itu hanya segelintir perusahaan yang berhasil mendapatkannya. Bahkan, tidak semua penerima lisensi benar-benar meluncurkan layanan kripto di New York setelah izin keluar. Dalam praktiknya, lisensi ini sering menjadi pintu masuk yang panjang dan mahal bagi perusahaan aset digital yang ingin masuk ke pasar tersebut.

Staking Masih Menunggu Pembaruan Regulasi

Selain peluncuran awal token, eToro juga menyiapkan kemungkinan menghadirkan layanan staking untuk pengguna di New York. Namun, fitur ini belum langsung tersedia karena masih memerlukan pembaruan pada perjanjian produk baru.

Andrew McCormick, Head of eToro AS, mengatakan perusahaan telah berkomunikasi dengan regulator mengenai rencana tersebut. Ia menjelaskan bahwa model bisnis terbaru eToro membutuhkan penyesuaian dokumen sebelum layanan itu bisa dijalankan sepenuhnya. Dengan kata lain, staking menjadi langkah berikutnya, tetapi belum bisa dieksekusi secepat peluncuran perdagangan kripto.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa eToro memilih pendekatan bertahap: membuka akses pasar terlebih dahulu, lalu menyusul dengan fitur tambahan jika seluruh persyaratan kepatuhan sudah terpenuhi. Di pasar seperti New York, strategi semacam ini menjadi kunci agar perusahaan tidak berbenturan dengan aturan yang berlaku.

New York Tetap Jadi Pasar yang Selektif

Keputusan eToro untuk tetap masuk ke New York berbeda dengan langkah sejumlah perusahaan lain yang memilih mundur dari medan regulasi ini. Beberapa pemain besar, termasuk Kraken, disebut memilih untuk tidak beroperasi di New York sama sekali karena beban kepatuhan yang dinilai terlalu berat.

Ada pula perusahaan yang menempuh jalur berbeda dengan membentuk entitas hukum terpisah agar bisa tetap melayani pengguna di negara bagian tersebut. eToro termasuk di antara perusahaan yang mengambil pendekatan itu, menunjukkan bahwa akses ke pasar New York masih dianggap terlalu berharga untuk dilewatkan.

Masuknya eToro ke New York memperlihatkan satu hal penting: di tengah ketatnya regulasi, perusahaan aset digital masih melihat nilai strategis dari legitimasi dan akses pasar. Bagi eToro, BitLicense bukan sekadar izin operasional, melainkan tiket untuk memperluas jangkauan di salah satu yurisdiksi paling diperhatikan dalam industri kripto Amerika.