crypto

Investor Tim Draper Yakin Harga Bitcoin Tetap Sentuh Rp 4,2 Miliar

Prospek Bitcoin kembali mencuri perhatian setelah Anthony Scaramucci, pendiri SkyBridge Capital, menyampaikan prediksi yang cukup berani: harga aset kripto itu berpeluang menembus USD 1,5 juta per koin dalam 15 tahun mendatang. Dalam pandangannya, lonjakan sebesar itu bukan sekadar spekulasi liar, melainkan skenario yang mungkin terjadi jika adopsi Bitcoin terus meluas secara global.

Pernyataan tersebut disampaikan Scaramucci dalam wawancara di PBD Podcast, ketika ia membahas posisi Bitcoin di tengah persaingan aset digital dan emas sebagai penyimpan nilai. Ia menegaskan bahwa saat ini Bitcoin menjadi investasi utama dalam portofolionya, bahkan ia baru saja menambah kepemilikan aset tersebut. Sikap itu menunjukkan bahwa keyakinannya bukan hanya teori, tetapi juga tercermin dalam langkah investasinya sendiri.

Bitcoin Disebut Punya Jalan Menuju Kapitalisasi Setara Emas

Menurut Scaramucci, potensi kenaikan harga Bitcoin sangat bergantung pada kemampuan aset ini untuk mendekati kapitalisasi pasar emas. Jika Bitcoin berhasil dipandang sebagai aset penyimpan nilai global, maka nilainya bisa terdorong ke level yang jauh lebih tinggi daripada saat ini. Dalam skenario tersebut, pasar Bitcoin berpeluang tumbuh hingga bernilai triliunan dolar.

Ia menilai kekuatan utama Bitcoin terletak pada penerimaan pasar yang terus berkembang. Selama adopsi terus bertambah, ruang kenaikan harga masih terbuka lebar. Namun, Scaramucci juga mengingatkan bahwa pergerakan seperti itu tidak terjadi dalam waktu singkat. Menurutnya, pasar membutuhkan waktu panjang untuk benar-benar mengubah persepsi terhadap Bitcoin dari aset spekulatif menjadi instrumen bernilai strategis.

Bukan Lonjakan Instan, Melainkan Proses Panjang

Scaramucci menekankan bahwa prediksi USD 1,5 juta per koin bukanlah target yang akan tercapai dalam hitungan bulan atau tahun dekat. Ia memperkirakan pencapaian itu bisa memakan waktu sekitar 15 tahun. Artinya, skenario yang ia bayangkan lebih dekat pada tren jangka panjang ketimbang euforia sesaat di pasar kripto.

Pernyataan ini menjadi menarik karena datang dari sosok yang sudah lama berkecimpung di dunia investasi dan tidak asing dengan volatilitas pasar. Dengan menambah kepemilikan Bitcoin di tengah berbagai dinamika harga, Scaramucci seolah ingin menunjukkan bahwa ia tetap melihat aset ini sebagai bagian penting dari portofolio masa depan, bukan sekadar aset berisiko tinggi yang diburu ketika pasar sedang panas.

Keyakinan Investor Besar Masih Menjadi Penopang Narasi Bitcoin

Optimisme Scaramucci menambah daftar suara dari kalangan investor besar yang masih yakin Bitcoin memiliki ruang pertumbuhan besar. Meski harga aset kripto ini kerap bergerak tajam dan memicu perdebatan, narasi tentang Bitcoin sebagai emas digital belum kehilangan daya tariknya. Justru, semakin banyak tokoh pasar yang mengaitkan masa depan Bitcoin dengan pergeseran cara pandang terhadap aset lindung nilai.

Dalam konteks itu, prediksi Scaramucci memberi gambaran bahwa Bitcoin masih dipandang sebagai aset yang belum mencapai tahap akhir dalam siklus penerimaannya. Bagi para pendukungnya, perjalanan menuju kapitalisasi setara emas adalah alasan utama mengapa Bitcoin tetap dianggap menarik untuk jangka panjang. Sementara bagi pasar, pernyataan seperti ini kembali menegaskan bahwa perdebatan soal nilai wajar Bitcoin belum selesai, dan justru masih akan terus berkembang seiring bertambahnya adopsi di tingkat global.

Atribusi sumber: pernyataan Anthony Scaramucci dikutip dari wawancaranya di PBD Podcast.