Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mendorong budaya lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata dan penggerak perekonomian masyarakat di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Dalam acara pelantikan Pengurus Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) Cabang Samosir 1, 2, dan 3 periode 2026–2030 di Samosir, Sabtu (19/9), Lamhot menyebut pengembangan pariwisata berbasis budaya tidak harus selalu dimulai dari pembangunan destinasi baru. Menurut dia, kegiatan masyarakat yang sudah berlangsung turun-temurun bisa menjadi modal sosial dan budaya yang kemudian dikemas sebagai agenda wisata.
“Yang kita dorong adalah bagaimana kearifan lokal yang sudah hidup di tengah masyarakat dapat menjadi daya tarik wisata. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat alam Samosir, tetapi juga mengenal budaya dan kehidupan masyarakatnya,” katanya.
Ia menjelaskan, wisatawan yang datang tidak hanya mengikuti kegiatan utama, tetapi juga membutuhkan akomodasi, makanan, transportasi, dan berbagai kebutuhan selama berada di daerah tujuan. Karena itu, potensi budaya lokal di Samosir menurutnya perlu dikembangkan melalui pariwisata agar memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat.
“Budaya jangan hanya kita lihat sebagai warisan yang harus dijaga, tetapi juga sebagai potensi yang dapat dikembangkan secara produktif. Kalau dikelola dengan baik, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara langsung,” ucapnya.
Kolaborasi untuk menjaga tradisi dan nilai tambah ekonomi
Lamhot juga menilai pengembangan budaya sebagai bagian dari pariwisata memerlukan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas budaya, dan pelaku usaha. Dengan kerja sama itu, kegiatan budaya dapat dikembangkan tanpa kehilangan akar tradisinya sekaligus memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Ia mengatakan sengaja menggandeng Kementerian Pariwisata dalam kegiatan tersebut agar potensi budaya lokal di Samosir dapat dilihat secara lebih luas dan dikembangkan sebagai bagian dari promosi destinasi. Lamhot berharap Samosir terus memperkuat posisinya sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam Danau Toba, tetapi juga kekayaan budaya masyarakatnya.
“Kearifan lokal perlu ditempatkan sebagai salah satu kekuatan untuk memperluas daya tarik pariwisata Samosir,” ujarnya.
Sumber: ANTARA



