Monday, March 16, 2026
No menu items!
HomeberitaCetak Biru Inklusi Disabilitas di Universitas: Panduan Praktis

Cetak Biru Inklusi Disabilitas di Universitas: Panduan Praktis

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Diseminasi Metrik Inklusi Disabilitas menegaskan pentingnya menciptakan kampus yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari di kampus. Direktur Belmawa Beny Bandanadjaja menyampaikan hal ini di Universitas Pradita, Tangerang, dengan menegaskan komitmen Dikti dalam meningkatkan akses dan pelayanan bagi penyandang disabilitas. Data Susenas (2018) menunjukkan bahwa masih ada tantangan nyata terkait inklusi disabilitas di perguruan tinggi, mulai dari akses fisik hingga kebijakan kelembagaan. Pengembangan Metrik Inklusi Disabilitas oleh Universitas Negeri Surabaya (UDIM) menjadi langkah penting untuk menilai sejauh mana perguruan tinggi telah menerapkan prinsip inklusi disabilitas secara menyeluruh.

Komitmen Kemdiktisaintek dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menegaskan bahwa inklusivitas sudah menjadi keharusan bagi semua perguruan tinggi di Indonesia. Metrik Inklusi Disabilitas menjadi instrumen penting dalam memastikan komitmen tersebut dapat dijalankan dengan baik. Diseminasi Metrik Inklusi Disabilitas bertujuan untuk mengkomunikasikan data dan hasil pengukuran terkait keterlibatan penyandang disabilitas kepada berbagai pemangku kepentingan. Melalui pemaparan dan pengembangan metrik inklusi, Komisi Nasional Disabilitas (KND) dan tim pengembang UDIM menyoroti pentingnya pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam sistem pendidikan Indonesia. Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pendidikan tinggi yang inklusif diharapkan dapat membantu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkeadilan.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer