otomotif

Wuling Eksion: Mobil Keluarga Teknologi Ganda EV & Hybrid

Wuling Eksion: SUV Keluarga 7-Seater yang Menggabungkan EV dan Hybrid dalam Satu Paket

Wuling Motors mencoba membaca arah pasar dengan cara yang cukup berani. Di tengah tren elektrifikasi yang masih bergerak bertahap, pabrikan asal China itu memperkenalkan Wuling Eksion sebagai SUV 7-seater pertamanya di Indonesia, dengan dua opsi teknologi sekaligus: Battery Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Dalam sesi media briefing di Jakarta, Wuling menempatkan Eksion bukan sekadar sebagai produk baru, melainkan sebagai jawaban atas kebutuhan konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik murni, tetapi juga ingin mulai menikmati efisiensi elektrifikasi. Pendekatan itu membuat Eksion menarik karena tidak hanya bermain di sisi desain, tetapi juga di fleksibilitas penggunaan sehari-hari.

Strategi Wuling: Satu SUV untuk Dua Tahap Transisi

Alih-alih memaksa konsumen memilih satu jalur elektrifikasi, Wuling menghadirkan dua karakter dalam satu nama besar. Varian EV ditujukan untuk pengguna yang ingin pengalaman berkendara listrik penuh, sementara PHEV memberi ruang kompromi bagi mereka yang masih membutuhkan mesin bensin sebagai pendukung mobilitas jarak jauh.

Eksion dikembangkan menggunakan platform WFMS, yang menjadi dasar untuk menjaga keseimbangan antara performa, efisiensi, dan kenyamanan. Wuling tampaknya ingin menunjukkan bahwa SUV keluarga listrik tidak harus identik dengan kompromi pada ruang kabin atau tampilan luar. Justru, lewat Eksion, pabrikan ini menegaskan bahwa elektrifikasi bisa dibungkus dalam format yang tetap relevan untuk keluarga besar.

Dari sisi visual, Eksion membawa bahasa desain “Muscular Flowline”. Karakternya terlihat dari garis bodi yang tegas, proporsi yang dinamis, dan perbedaan tampilan antara varian EV dan PHEV yang dibuat cukup jelas. Pendekatan ini memberi kesan bahwa masing-masing varian punya identitas sendiri, bukan sekadar dibedakan lewat teknologi di balik kap mesin.

Performa dan Jarak Tempuh Jadi Andalan Utama

Di atas kertas, varian EV Eksion dibekali motor listrik 150 kW dan baterai 69,2 kWh. Kombinasi ini diklaim mampu membawa mobil melaju hingga 530 km. Angka tersebut menempatkan Eksion sebagai SUV listrik keluarga yang cukup menjanjikan untuk penggunaan harian maupun perjalanan antarkota, setidaknya dari sisi klaim pabrikan.

Sementara itu, varian PHEV mengandalkan mesin bensin 1.5 liter yang dipasangkan dengan baterai 20,5 kWh. Dalam mode listrik, varian ini disebut mampu menempuh jarak hingga 125 km. Bagi sebagian konsumen, konfigurasi seperti ini bisa menjadi titik tengah yang aman: tetap menikmati sensasi berkendara listrik, tetapi tanpa rasa cemas berlebihan soal pengisian daya di perjalanan jauh.

Di tengah pasar yang masih sensitif terhadap soal infrastruktur pengisian, tawaran dua teknologi ini menjadi nilai jual paling menonjol dari Eksion. Wuling seolah ingin mengatakan bahwa transisi ke kendaraan elektrifikasi tidak harus berlangsung secara seragam, karena kebutuhan tiap pengguna bisa sangat berbeda.

Kabin Lapang, Fitur Lengkap, dan Ruang Angkut yang Fleksibel

Masuk ke bagian interior, Eksion diposisikan sebagai mobil keluarga yang tidak hanya mengandalkan jumlah kursi. Wuling menyusun kabin dengan pendekatan kenyamanan, lengkap dengan fitur seperti ventilated seat, panoramic sunroof, serta sistem pendingin udara yang menjangkau hingga baris ketiga. Ini menunjukkan bahwa perhatian Wuling bukan hanya pada pengemudi, tetapi juga penumpang belakang yang sering kali menjadi pihak paling diabaikan di SUV tiga baris.

Pusat kendali kendaraan berada pada sistem LING OS, yang berfungsi sebagai antarmuka utama untuk mengatur berbagai fitur mobil. Di sisi keselamatan, Eksion dilengkapi struktur bodi yang kuat, airbag, serta beragam sistem ADAS untuk membantu pengemudi dalam situasi berkendara tertentu. Kombinasi ini membuat Eksion tidak hanya tampil modern, tetapi juga berusaha memenuhi ekspektasi pasar terhadap SUV keluarga masa kini.

Fleksibilitas juga menjadi bagian penting dari konsepnya. Kursi baris kedua dan ketiga dapat dilipat untuk memperluas ruang bagasi hingga 1.788 liter. Artinya, Eksion tidak cuma dirancang untuk membawa tujuh penumpang, tetapi juga untuk menampung kebutuhan barang yang besar saat konfigurasi kursi diubah. Ini relevan bagi keluarga yang membutuhkan mobil serbaguna, bukan sekadar kendaraan untuk komuter perkotaan.

Wuling Eksion sendiri ditawarkan dalam dua varian utama, CE dan EX, dengan pilihan warna yang disiapkan untuk menjangkau lebih banyak preferensi konsumen. Dari seluruh pendekatannya, Eksion terlihat seperti upaya Wuling meramu mobil keluarga yang mengikuti arah pasar tanpa kehilangan daya tarik praktisnya. Di segmen yang semakin padat, langkah ini bisa menjadi pembeda yang cukup penting.

Informasi mengenai peluncuran dan spesifikasi tersebut disampaikan Wuling Motors dalam media briefing di Jakarta, yang menegaskan bahwa Eksion disiapkan sebagai bagian dari strategi elektrifikasi mereka di Indonesia.