Di tengah biaya logistik yang terus ditekan oleh ketidakpastian pasokan energi, industri tekstil mulai mencari jalan baru yang lebih efisien. Salah satu langkah paling mencolok datang dari PT Primarajuli Sukses, anak usaha PT Ever Shine Tex Tbk, yang mulai mengandalkan truk listrik untuk distribusi. Pilihan ini bukan sekadar mengikuti tren kendaraan ramah lingkungan, melainkan bagian dari strategi operasional untuk menjaga biaya tetap terkendali saat tekanan pada energi fosil makin terasa.
Langkah tersebut juga menandai perubahan penting di sektor tekstil, yang selama ini sangat bergantung pada rantai pasok dan distribusi barang dalam volume besar. Dalam situasi ketika harga dan ketersediaan BBM bisa memengaruhi ongkos harian perusahaan, elektrifikasi armada menjadi opsi yang semakin masuk akal. PT Ever Shine Tex Tbk melalui PT Primarajuli Sukses mengambil posisi sebagai salah satu pelopor dalam penerapan kendaraan listrik untuk kebutuhan distribusi di industrinya.
Efisiensi Operasional Jadi Alasan Utama
Direktur Ever Shine Group, Michael Sung, menyebut keputusan tersebut lahir dari kebutuhan untuk merespons tantangan kelangkaan BBM yang berpotensi mengganggu stabilitas operasional. Menurut dia, penggunaan truk listrik membuka peluang efisiensi biaya hingga 40 persen. Angka itu menjadi daya tarik utama bagi perusahaan yang ingin menekan pengeluaran tanpa mengorbankan kelancaran distribusi.
Selain efisiensi langsung, perusahaan juga melihat elektrifikasi armada sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Fokusnya tidak hanya pada penghematan biaya, tetapi juga pada upaya menekan emisi karbon melalui penggunaan sumber energi terbarukan. Dengan begitu, pengelolaan logistik tidak lagi hanya berbicara soal kecepatan pengiriman, tetapi juga soal jejak lingkungan yang ditinggalkan.
Pergeseran ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai dipandang sebagai alat kerja yang relevan, bukan semata simbol modernisasi. Di sektor yang sangat sensitif terhadap biaya operasional, setiap pengurangan pengeluaran memiliki dampak besar terhadap daya saing perusahaan.
KALISTA Dorong Transisi Lewat Skema Fleet-as-a-Service
Di balik adopsi truk listrik tersebut, ada dukungan dari KALISTA yang menawarkan pendekatan ekosistem menyeluruh. Penyedia layanan fleet-as-a-service ini menghadirkan skema operasional fleet dengan sistem operasional lease, sehingga perusahaan pengguna tidak harus menanggung risiko besar di awal saat beralih ke kendaraan listrik.
Model seperti ini menjadi penting karena transisi ke kendaraan listrik kerap dianggap rumit oleh pelaku industri. Mulai dari kebutuhan investasi awal, pengelolaan armada, hingga kesiapan infrastruktur, semuanya bisa menjadi hambatan. Melalui skema lease, perusahaan mendapat ruang untuk mencoba teknologi baru tanpa harus menanggung beban kepemilikan penuh sejak awal.
KALISTA juga melengkapi layanan tersebut dengan Fleet Management System berbasis IoT. Seluruh armada dipantau secara real-time, sehingga perusahaan bisa membaca data operasional dan mengevaluasi efisiensi secara berkelanjutan. Dari sisi bisnis, pendekatan ini membuat elektrifikasi logistik tidak hanya berhenti pada penggantian kendaraan, tetapi juga pada pengelolaan armada yang lebih presisi dan terukur.
Penghematan Energi dan Emisi Jadi Bukti Nyata
Dampak dari penggunaan truk listrik ini disebut cukup signifikan. Efisiensi energi dilaporkan bisa mencapai 40 persen, sementara pengurangan emisi karbon berada di kisaran 30 persen. Kombinasi dua hasil tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan listrik bukan hanya solusi untuk citra hijau perusahaan, tetapi juga alat yang memberi manfaat operasional yang konkret.
Bagi industri tekstil, yang kerap berada di bawah sorotan terkait konsumsi energi dan dampak lingkungan, langkah ini dapat menjadi contoh yang relevan. Ketika biaya energi terus menekan margin dan tuntutan keberlanjutan semakin kuat, pilihan untuk beralih ke armada listrik mulai terlihat sebagai keputusan bisnis yang rasional.
Inovasi ini juga mengirim sinyal ke sektor lain dengan kebutuhan distribusi tinggi bahwa elektrifikasi logistik sudah berada di tahap implementasi, bukan sekadar rencana. Dalam praktiknya, truk listrik mulai menunjukkan bahwa efisiensi dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan, selama perusahaan berani mengubah cara mereka mengelola armada dan energi.
