Transaksi Kripto di Brasil Tembus Rp 119 Triliun, Stablecoin Jadi Penggerak Utama
Brasil kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pasar kripto paling aktif di dunia. Data terbaru Bank Sentral Brasil menunjukkan transaksi aset kripto di negara itu mencapai USD 6,9 miliar, atau sekitar Rp 119 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.252 per dolar AS. Namun, angka besar itu bukan didorong oleh seluruh jenis aset digital secara merata. Hampir seluruhnya datang dari stablecoin, yang kini makin dominan dalam aktivitas pembayaran dan remitansi di Brasil.
Dalam laporan untuk kuartal I-2026, volume transaksi kripto di Brasil tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025. Dari total transaksi tersebut, lebih dari 98% berasal dari stablecoin, dengan nilai sekitar USD 6,8 miliar. Temuan ini memperlihatkan bagaimana stablecoin telah bergeser dari sekadar instrumen kripto alternatif menjadi alat transaksi yang dipakai secara luas.
Stablecoin Menguasai Arus Transaksi Kripto
Lonjakan transaksi stablecoin di Brasil tidak terjadi tanpa alasan. Aset ini dinilai lebih praktis untuk kebutuhan pembayaran sehari-hari dan pengiriman uang lintas negara karena nilainya yang relatif stabil dibandingkan kripto lain. Di Brasil, stablecoin juga menjadi pilihan populer karena tidak dikenakan pajak finansial seperti mata uang biasa, sehingga pengguna melihatnya sebagai jalur transaksi yang lebih efisien.
Bank Sentral Brasil mencatat bahwa stabilnya penggunaan stablecoin membuat aset ini mengambil porsi yang sangat besar dalam ekosistem kripto domestik. Dengan kontribusi lebih dari 98% dari total transaksi kripto kuartal I-2026, stablecoin bukan lagi produk sampingan pasar digital, melainkan pusat dari pergerakan dana kripto di negara tersebut.
Popularitas ini juga menjelaskan mengapa volume transaksi kripto Brasil bisa melonjak tajam dalam waktu singkat. Ketika stablecoin dipilih untuk pembayaran, pengiriman dana, dan kebutuhan bisnis, arus transaksi menjadi jauh lebih besar dibandingkan penggunaan kripto spekulatif yang lebih fluktuatif.
Brasil Menunda Pajak Stablecoin, Regulasi Masih Disusun
Meski stablecoin semakin banyak dipakai, pemerintah Brasil belum langsung menerapkan kebijakan pajak baru atas pembelian maupun remitansi stablecoin. Rencana untuk mengenakan pajak atas aktivitas tersebut memang sudah ada, tetapi implementasinya masih ditunda.
Di sisi lain, Bank Sentral Brasil berharap proses regulasi yang sedang berjalan terhadap bursa kripto bisa membantu memberi gambaran yang lebih akurat mengenai besarnya volume transaksi aset digital di dalam negeri. Dengan pengawasan yang lebih tertata, otoritas moneter ingin memahami aliran dana kripto secara lebih jelas, termasuk peran stablecoin dalam transaksi ritel maupun lintas bisnis.
Langkah regulasi ini menjadi penting karena data yang tersedia selama ini menunjukkan pasar kripto Brasil berkembang sangat cepat. Tanpa kerangka pelaporan yang kuat, otoritas akan kesulitan menilai seberapa besar penggunaan aset digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Brasil Masuk Lima Besar Pasar Kripto Dunia
Dalam skala global, Brasil kini menempati posisi pasar kripto terbesar kelima, setelah Amerika Serikat, Korea Selatan, Rusia, dan India. Pada kuartal I-2026, volume ritel kripto di negara itu mencapai USD 40,4 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa Brasil bukan hanya pasar yang besar, tetapi juga salah satu negara dengan pertumbuhan adopsi kripto yang paling menonjol.
Perkembangan stablecoin di Brasil juga tidak lagi terbatas pada pengguna individu. Aset ini mulai digunakan di berbagai sektor dan industri, termasuk transaksi antar bisnis. Sejumlah agen perjalanan internasional di Brasil dilaporkan telah mengadopsi stablecoin dalam aktivitas mereka, dan kondisi itu ikut mendorong peningkatan remitansi berbasis aset digital.
Atribusi sumber: data dan keterangan dalam laporan ini merujuk pada catatan Bank Sentral Brasil mengenai transaksi kripto kuartal I-2026 serta perkembangan penggunaan stablecoin di pasar domestik.
