Bitung — Kematian seorang balita berusia 1 tahun 8 bulan di Kota Bitung, Sulawesi Utara, kini menjadi perhatian serius polisi. Peristiwa yang terjadi di sebuah kamar kos itu menyisakan banyak tanda tanya, terutama karena didahului pertengkaran keras antara kedua orang tuanya. Hingga kini, penyidik masih menelusuri apakah ada unsur lain di balik tragedi yang merenggut nyawa Zavier Ali tersebut.
Polisi Telusuri Kronologi di Dalam Kamar Kos
Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian balita itu sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan rampung. Menurut dia, kasus ini masih dalam tahap pendalaman, termasuk memeriksa kembali keterangan para saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Zavier Ali ditemukan meninggal pada Minggu lalu di kamar kos tempat keluarganya tinggal. Sebelum kejadian, disebut terjadi cekcok antara ayah dan ibu korban. Polisi belum mengungkap detail isi pertengkaran itu, namun peristiwa tersebut menjadi salah satu fokus utama penyidikan karena dinilai berkaitan langsung dengan kondisi korban saat ditemukan.
Sejumlah saksi, termasuk tetangga kos, telah dimintai keterangan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menyusun ulang urutan peristiwa dari sebelum hingga sesudah balita tersebut meninggal. Polisi ingin memastikan apakah ada kesaksian yang bisa memperjelas apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar kos itu.
Warga Sempat Dengar Tangisan Bayi dan Pertengkaran
Keterangan dari warga sekitar ikut memperkuat dugaan bahwa suasana di kamar kos itu sempat memanas sebelum tragedi terjadi. Beberapa warga mengaku keluarga tersebut baru menempati lokasi itu sejak 19 Maret. Pada hari kejadian, mereka mendengar suara pertengkaran orang tua korban, disusul tangisan bayi.
Meski begitu, informasi dari warga masih diperlakukan sebagai bagian dari rangkaian awal penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan hubungan langsung antara suara yang terdengar dengan penyebab kematian korban. Semua keterangan yang masuk masih dicocokkan dengan hasil pemeriksaan di lapangan dan temuan medis.
Situasi di sekitar kos sendiri disebut berlangsung normal sebelum peristiwa itu mencuat. Namun, setelah kabar kematian balita tersebar, perhatian warga tertuju pada aktivitas penyidik yang terus mendatangi lokasi untuk mengumpulkan petunjuk tambahan.
Hasil Autopsi Jadi Kunci Penentuan Penyebab Kematian
Polisi kini menunggu hasil autopsi jenazah balita untuk mengetahui penyebab pasti kematian Zavier Ali. Hasil pemeriksaan medis itu akan menjadi dasar penting dalam menentukan arah penanganan kasus, termasuk apakah ada unsur kekerasan atau faktor lain yang menyebabkan korban meninggal.
AKP Ahmad menegaskan bahwa keterbukaan hasil autopsi sangat dibutuhkan agar penyidik tidak bergerak hanya berdasarkan dugaan. Selama hasil itu belum keluar, polisi memilih berhati-hati dan terus mengumpulkan fakta dari berbagai sumber.
Kasus ini masih terus ditangani Polres Bitung. Penyidik belum merinci lebih jauh kemungkinan keterlibatan pihak tertentu, karena seluruh kesimpulan masih menunggu gabungan antara hasil autopsi, pemeriksaan saksi, dan temuan di tempat kejadian perkara. Di tengah proses itu, satu hal yang pasti: kematian balita tersebut telah membuka penyelidikan yang tidak sederhana, dengan banyak bagian cerita yang belum terjawab.
