Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa banjir dan longsor melanda tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) akibat hujan deras yang dipicu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B. Sebanyak 17 warga dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka. Kabupaten/kota yang terdampak meliputi Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, di mana wilayah lain seperti Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Nias Selatan terendam banjir.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, bencana ini mengakibatkan kerugian material dan mengganggu kehidupan masyarakat. Data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi BNPB menunjukkan dampak yang signifikan terutama di Kabupaten Sibolga, dengan wilayah yang terdampak banjir dan longsor serta jumlah korban jiwa yang terus bertambah.
BNPB terus memantau situasi di wilayah Tapanuli Raya dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan darurat. Masyarakat dan pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh BPBD setempat untuk membersihkan material longsor yang menghalangi akses jalan warga dan memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana banjir dan longsor.

