Polisi Terlibat Kasus Narkoba di B-Fashion, Jakarta Barat
Bareskrim Polri telah menangkap seorang anggota polisi yang terlibat dalam kasus peredaran narkoba di kelab malam B-Fashion, Jakarta Barat. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi penangkapan tersebut dan mengidentifikasi anggota polisi terlibat sebagai AFH.
Proses Hukum Terhadap Anggota Polisi
Eko menyatakan bahwa anggota Polri yang terlibat akan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik secara etik maupun pidana. Bahkan, pihak berwenang akan menjalankan proses dan penegakan hukum yang berlaku dengan tegas terhadap oknum yang melanggar.
Penyelidikan Terkait Peredaran Narkoba di B-Fashion
Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap peredaran narkoba jenis ekstasi dan cartridge etomidate di dua kelab malam yang terletak di sebuah hotel di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Diduga, peredaran narkoba ini melibatkan karyawan kelab malam dan kerjasama dengan narapidana di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.
Dalam operasinya, terdapat sistem ‘kode merah’ yang digunakan sebagai peringatan agar tidak dicurigai oleh penegak hukum. Kasus ini melibatkan total 14 orang tersangka, di mana tiga di antaranya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Modus Operandi Peredaran Narkoba
Kunci dalam kasus ini adalah Dania Eka Putri alias Mami Dania yang merupakan koordinator ladies companion di B-Fashion. Peredaran narkoba dilakukan dengan cara yang terstruktur, melibatkan berbagai pihak mulai dari karyawan hingga pengunjung. Bahkan, ada akses khusus untuk tamu VIP di The Seven yang juga merupakan bagian dari hotel tersebut.
Menurut keterangan Mami Dania, peredaran narkoba tersebut dilakukan melalui Kapten yang bertindak sebagai perantara. Para tamu VIP harus melakukan pemesanan narkoba terlebih dahulu sebelum dibawa ke lokasi, mengindikasikan tingkat kehati-hatian tinggi yang dilakukan oleh pelaku.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan kerumitan jaringan peredaran narkoba yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari karyawan hingga pengunjung VIP. Dengan demikian, penegakan hukum diharapkan memberikan efek jera dan memastikan keamanan masyarakat dari ancaman narkoba.
Sumber: CNN Indonesia


