Sidoarjo — Ledakan di kawasan industri Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin siang, menyisakan satu korban jiwa dan sejumlah luka-luka. Peristiwa yang terjadi di area pabrik pengolahan baja itu kini masih diselidiki aparat, sementara dugaan awal mengarah pada aktivitas pemotongan material dengan alat las.
Di tengah kepanikan warga dan pekerja, sumber di lapangan menyebut ledakan diduga berasal dari sebuah tabung atau drum yang sedang ditangani di lokasi. Ledakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung memicu kepadatan penanganan di sekitar area pabrik PT GWS, tempat dua pekerja disebut tengah melakukan pemotongan logam sebelum insiden terjadi.
Dugaan Awal Mengarah ke Tabung yang Dikerjakan Pekerja
Ketua RW 02 Desa Janti, Sukani, menjelaskan bahwa suara ledakan terdengar dari benda berbentuk tabung atau drum yang tengah dikerjakan di lokasi. Informasi itu masih bersifat awal, namun menjadi salah satu petunjuk penting dalam penelusuran penyebab kejadian. Menurutnya, ledakan terjadi saat aktivitas pemotongan material logam sedang berlangsung di dalam area pabrik.
Keterangan sementara dari lapangan juga menyebutkan bahwa dua pekerja tengah menggunakan peralatan las ketika ledakan muncul secara tiba-tiba. Dalam hitungan detik, situasi berubah kacau. Tiga orang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa ini, dengan rincian dua mengalami luka ringan dan satu lainnya luka berat sebelum akhirnya meninggal dunia.
Korban yang tewas disebut tak sempat menyelamatkan diri ketika ledakan terjadi. Peristiwa itu memunculkan pertanyaan besar soal prosedur keselamatan kerja di lokasi, meski aparat belum menyimpulkan penyebab pasti dan masih menunggu hasil pemeriksaan teknis.
Polisi dan Gegana Turun Tangan Amankan Lokasi
Sesaat setelah insiden, kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pengamanan. Tim gabungan dari Polresta Sidoarjo, Polsek setempat, hingga tim Penjinak Bom Gegana Polda Jawa Timur dikerahkan guna memastikan tidak ada ancaman lanjutan dan mensterilkan area kejadian.
Langkah sterilisasi dilakukan sebagai bagian dari prosedur awal untuk memastikan keamanan di sekitar pabrik dan permukiman warga. Aparat juga melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menelusuri sumber ledakan serta mengumpulkan keterangan dari saksi yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.
Hingga saat ini, polisi belum merilis hasil pasti penyelidikan. Namun, kehadiran tim Gegana menunjukkan bahwa aparat memilih bersikap hati-hati sebelum memastikan apakah ledakan murni berasal dari aktivitas kerja atau ada faktor lain yang ikut memicu kejadian tersebut.
Rumah Warga Ikut Terdampak, Warga Masih Trauma
Tak hanya di area pabrik, dampak ledakan juga dirasakan warga sekitar. Sejumlah rumah di Desa Janti dilaporkan mengalami kerusakan akibat kerasnya ledakan. Getaran dan suara dentuman yang terdengar sampai ke permukiman membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara.
Di sisi lain, penanganan korban terus dilakukan agar seluruh pekerja yang terdampak segera mendapat perawatan medis. Polisi dan petugas terkait masih berada di lapangan untuk memastikan tidak ada bahaya susulan serta memeriksa detail teknis yang dapat menjelaskan bagaimana ledakan itu terjadi.
Sampai penyelidikan rampung, dugaan awal bahwa ledakan dipicu oleh tabung atau drum yang sedang dipotong dengan alat las masih menjadi titik utama perhatian. Namun, aparat menegaskan bahwa kesimpulan resmi baru bisa diambil setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan di lokasi kejadian.


