JETOUR tidak sekadar membawa mobil baru ke pusat perbelanjaan. Brand asal Tiongkok ini sedang mencoba mengubah cara orang Indonesia melihat SUV: bukan hanya sebagai alat pindah tempat, melainkan teman untuk bekerja, liburan, dan menjelajah jalan yang tak selalu mulus.
Langkah itu dimulai dari Jakarta lewat rangkaian exhibition kuartal II 2026 yang dibuka di Grand Indonesia. Dari sini, JETOUR menyiapkan perjalanan ke sejumlah kota lain dengan pendekatan yang cukup berbeda dibanding banyak pemain di pasar otomotif yang kian padat: mereka memilih mempertemukan produk dengan konsumen secara langsung, bukan hanya mengandalkan iklan atau katalog spesifikasi.
Dengan mengusung konsep “It’s Time to Resume Your Adventure”, JETOUR ingin menegaskan bahwa kendaraan yang mereka bawa punya identitas yang lebih dari sekadar mobil harian. Ada pesan gaya hidup eksploratif yang ingin dibangun, sekaligus penekanan bahwa SUV bisa tetap relevan untuk rutinitas perkotaan tanpa kehilangan kemampuan saat diajak keluar dari zona nyaman.
Pameran yang Dibuat untuk Mengubah Persepsi
Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menekankan bahwa exhibition ini dirancang agar konsumen bisa benar-benar merasakan bagaimana mobil JETOUR berperan dalam keseharian maupun perjalanan rekreasi. Menurutnya, pemahaman seperti itu sulit terbentuk jika orang hanya melihat unit di atas kertas atau lewat tampilan promosi.
Pendekatan ini penting, terutama di pasar SUV yang kompetisinya semakin tajam. Konsumen Indonesia kini tidak hanya membandingkan desain dan harga, tetapi juga pengalaman, fitur, dan rasa percaya terhadap merek. Karena itu, JETOUR memilih jalur yang lebih personal: menghadirkan produk, membuka interaksi, lalu memberi ruang bagi calon pembeli untuk menilai sendiri.
Strategi semacam ini juga menjadi cara JETOUR membangun brand awareness di tengah persaingan yang tidak ringan. Dengan memulai dari Jakarta dan bergerak ke kota-kota lain, mereka seolah ingin menunjukkan bahwa kehadiran di Indonesia tidak berhenti pada peluncuran produk, melainkan berlanjut lewat pendekatan yang konsisten dan lebih dekat ke pengguna.
JETOUR T2 Jadi Pusat Perhatian
Salah satu model yang paling disorot dalam exhibition ini adalah JETOUR T2. SUV ini ditampilkan sebagai kendaraan yang mengandalkan teknologi tinggi sekaligus kesiapan menghadapi berbagai kondisi jalan di Indonesia. Beberapa fitur yang dibawa antara lain Surround Vision 540°, ADAS Level 2, dan Wading Radar.
Fitur-fitur tersebut menjadi penanda bahwa JETOUR ingin menempatkan T2 sebagai SUV yang tidak hanya terlihat tangguh, tetapi juga dibekali sistem pendukung keselamatan dan pengendalian yang lebih modern. Dalam konteks penggunaan di Indonesia, pendekatan seperti ini relevan karena kondisi jalan bisa berubah-ubah, dari lalu lintas padat di kota hingga medan yang lebih menantang saat perjalanan luar kota.
Selain T2, JETOUR juga menampilkan model lain seperti JETOUR Dashing dan JETOUR X70 Plus. Kehadiran dua model ini memperlihatkan bahwa perusahaan tidak hanya bertumpu pada satu produk unggulan, melainkan mencoba menjangkau kebutuhan pengguna yang berbeda, baik dari sisi gaya, fungsi, maupun preferensi keluarga.
Paket Purna Jual Jadi Senjata Tambahan
Di luar produk, JETOUR juga membawa tawaran purna jual yang cukup agresif. Mereka menawarkan garansi mesin hingga 10 tahun atau 1 juta kilometer, serta servis berkala gratis selama tiga tahun. Dalam pasar yang makin sensitif terhadap biaya kepemilikan, paket seperti ini bisa menjadi salah satu faktor penentu bagi konsumen yang masih menimbang-nimbang.
Tak berhenti di situ, pengunjung exhibition juga diberi kesempatan untuk mencoba langsung kendaraan melalui sesi test drive. Bagi JETOUR, pengalaman berkendara menjadi bagian penting untuk membangun persepsi merek. Di sinilah mereka tampaknya ingin memindahkan fokus dari sekadar spesifikasi ke rasa percaya yang lahir setelah mobil benar-benar dikendarai.
Jika rencana ekspansi exhibition ke berbagai kota berjalan sesuai jadwal, JETOUR tampaknya sedang menyiapkan fondasi yang lebih serius untuk pasar Indonesia. Bukan hanya menjual SUV adventure, mereka sedang berupaya menanamkan gagasan bahwa mobil bisa menjadi bagian dari kebiasaan hidup yang aktif, fleksibel, dan siap dipakai kapan saja.
Di tengah pasar yang dipenuhi pilihan, langkah JETOUR menunjukkan satu hal: merek baru tidak cukup datang dengan produk. Mereka harus datang dengan cara yang membuat orang mau berhenti, melihat lebih dekat, lalu bertanya apakah kendaraan itu benar-benar cocok untuk ritme hidup mereka.
