Saturday, December 6, 2025
No menu items!
HomeberitaSuksesi Keraton Surakarta: Perdebatan dan Persaingan

Suksesi Keraton Surakarta: Perdebatan dan Persaingan

Kelihatannya Keluarga Pakubuwono XIII masih dalam proses menentukan penerus SISKS Pakubuwono XIII yang telah meninggal pada Minggu lalu, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta. Dalam rilis yang diterima oleh CNN Indonesia, LDA Lembaga Dewan Adat (LDA) menjelaskan bahwa semua proses pengelolaan Keraton harus tunduk pada ketentuan adat dan hukum nasional. Penandatanganan rilis tersebut dilakukan oleh Ketua LDA, GRAy Koes Murtiyah Wandansari atau biasa dipanggil sebagai Gusti Moeng dan juga KGPH Hangabehi, yang merupakan anak tertua Pakubuwono XIII.

Selain itu, dalam pernyataan yang disampaikan oleh LDA, mereka menyebutkan bahwa proses suksesi kepemimpinan di Keraton Surakarta Hadiningrat masih memerlukan pertemuan keluarga besar agar semua pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan adat dan hukum nasional. Pakubuwono XIII meninggalkan dua anak laki-laki, yaitu KGPH Mangkubumi dan KGPH Purbaya. Pada tahun 2022, Purbaya diangkat sebagai putra mahkota dengan gelar KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra ing Mataram. Di sisi lain, Mangkubumi mengalami kenaikan pangkat dari LDA Keraton Surakarta menjadi KGPH Hangabehi.

Meskipun demikian, Hangabehi masih dalam upaya berkomunikasi dengan adiknya, KGPAA Purbaya, namun hingga saat ini belum ada keputusan final. Hal ini kontras dengan informasi dari GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani yang mengumumkan bahwa Purbaya akan Jumeneng Nata pada Sabtu mendatang. Undangan yang diterima menegaskan bahwa Keraton Surakarta Hadiningrat akan menyelenggarakan acara Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. PAKOE BOEWONO XIV pada tanggal 15 November 2025.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer