Presiden Prabowo secara resmi memberikan hak rehabilitasi hukum kepada Ira Puspadewi, eks Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero), bersama dua mantan anggota direksi lainnya. Dengan keputusan itu, Ira dan dua jajaran direksi tersebut dibebaskan dari segala tuntutan hukum.
Pemberian rehabilitasi tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa (25/11).
Sosok Ira Puspadewi belakangan menjadi perhatian publik bukan hanya karena keputusan rehabilitasi itu, tetapi juga karena rekam jejaknya di dunia korporasi dan BUMN. Ia berasal dari Malang, Jawa Timur, meski tanggal lahirnya tidak disebutkan secara pasti dalam sumber.
Ira menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dengan jurusan Sosial Ekonomi Peternakan pada 1986 dan lulus pada 1990. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Asian Institute of Management, Filipina, pada 1993 dan meraih gelar Master of Development Management setahun kemudian.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dan selesai pada 2018. Dari jenjang itu, Ira memperoleh gelar Doktor Filsafat.
Karier profesional Ira dimulai di luar negeri. Ia pernah bergabung dengan GAP Inc., perusahaan ritel asal Amerika Serikat, dan menjabat sebagai Direktur Global Initiative Regional Asia.
Dalam posisi itu, Ira disebut mengawasi operasional di tujuh negara sepanjang 2006 hingga 2014. Kepulangannya ke Indonesia terjadi setelah bertemu Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam sebuah acara pada 2014.
Masih pada tahun yang sama, Ira diangkat menjadi Direktur Utama PT Sarinah. Kariernya di BUMN berlanjut ketika Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuknya sebagai Direktur Ritel, Jaringan, dan SDM PT Pos Indonesia (Persero) pada 2016.
Setelah menjalani tugas selama 17 bulan, ia kembali dipercaya memimpin perusahaan BUMN lain, yakni PT ASDP Indonesia Ferry, pada 2017. Jabatan Direktur Utama ASDP itu diembannya hingga November 2024.
Selama masa kepemimpinannya, ASDP disebut berkembang pesat. Perusahaan itu mengoperasikan lebih dari 226 kapal, melayani 307 lintasan, dan mengelola 36 pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia.
ASDP juga memperluas pengembangan kawasan pelabuhan, termasuk Bakauheni Harbour City di Lampung serta Marina Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Pada 2020, perusahaan meluncurkan Ferizy, aplikasi pemesanan tiket penyeberangan daring.
Di bawah kepemimpinan Ira, ASDP mencatat laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, yakni Rp637 miliar pada 2023. Ia juga menerima penghargaan The Best Industry Marketing Champion 2022 kategori Transportasi dari MarkPlus Indonesia.
Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang dilaporkan pada 1 Desember 2024 mencatat total kekayaan Ira Puspadewi sebesar Rp37,5 miliar. Kekayaan itu terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp10,25 miliar, alat transportasi dan mesin sekitar Rp460 juta, harta bergerak lainnya Rp1,05 miliar, surat berharga Rp21,7 miliar, kas dan setara kas Rp3,7 miliar, serta harta lainnya Rp300 juta.
Dalam laporan tersebut, Ira tercatat tidak memiliki utang.
Sumber: Lihat sumber berita



